Banjir di Ambon, 7 Warga Dinyatakan Hilang - Kompas.com

Banjir di Ambon, 7 Warga Dinyatakan Hilang

Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Kompas.com - 30/07/2013, 16:43 WIB
KOMPAS.COM/RAHMAN PATTY Banjir menerjang Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Delapan orang ditemukan meninggal dan tujuh orang dinyatakan hilang, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka.

AMBON, KOMPAS.com - Banjir hebat menerjang hampir seluruh kawasan dan permukiman warga di Ambon, Selasa (30/7/2013) pagi. Banjir besar ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Kota Ambon sejak Senin malam.

Data sementara yang dihimpun Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menyebutkan, sedikitnya delapan orang dinyatakan meninggal dunia, tujuh orang hilang, dan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.

"Untuk sementara data yang saya dapat ada 8 warga yang meninggal dunia, 7 hilang dan puluhan orang mengalami luka – luka, itu sudah termasuk tertimbun tanah longsor dan terseret banjir,” kata Kepala BPBD Kota Ambon, Broery Tjokro kepada wartawan, Selasa sore.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di sejumlah lokasi bencana sejumlah warga telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Di kawasan ini juga, tujuh warga lainnya masih dinyatakan hilang. Selain korban tewas, di kawasan ini juga tujuh warga belum ditemukann.

KOMPAS.COM/RAHMAN PATTY Banjir melanda Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ambon menyatakan delapan orang meninggal dan tujuh lainnya hilang, sementara puluhan orang lainnya terluka.

Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Batu Meja, BW Masole kepada Kompas.com di lokasi bencana di Kawasan Batu Meja mengatakan, dua rumah warga di kawasan tersebut, hanyut terbawa air bersama delapan warga di dalam rumah tersebut setelah terjadi longsoran.

“Seorang korban telah ditemukan meninggal dunia dan ada tujuh warga lainnya yang masih hilang. Saya dan warga sempat melihat mereka hanyut tadi pagi.” kata Masole.

Ketujuh warga yang masih hilang tersebut yakni Yopi Marantika (28), Yosep Pingain alias Ongen (sudah ditemukan),  Ina Fingain, Pendi Lananrasa, Sarce Manuata (21) Reny, Senda dan seorang warga lain yang belum berhasil diidentifikasi.

Sementara di kawasan Batu Gaja, sesuai hasil pantauan Kompas.com tercatat, dua orang warga masih tertimbun longsor dan 10 lainnya mengalami luka – luka. Salah satu warga yang tertimbun longsor di kawasan ini teridentifikasi bernama Mei Kapitan, salah seorang siswa SMA.

Banjir yang menerjang Kota Ambon sejak Selasa dini hari tadi mencapai ketinggian 4 hingga 7 meter. Pantauan di kawasan Batu Merah Dalam, salah satu daerah yang paling parah terkena banjir, ketinggian air bahkan melebihi rumah-rumah warga.

Hal yang sama juga terjadi di kawasan Batu Meja, Batu Gaja, Skip, dan kawasan lainnya, di sejumlah kawasan ini ketinggian banjir juga mencapai 4 hingga lima meter.

Di kawasan Batu Merah, sejumlah warga bahkan terlihat menyelamatkan diri ke atap rumah – rumah warga yang tinggi. Banjir ini merupakan banjir terparah yang pernah terjadi di Kota Ambon.

PenulisKontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
EditorKistyarini
Komentar

Terkini Lainnya

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Nasional
Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Regional
Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Nasional
65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

Regional
Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Nasional
KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

Nasional
Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Regional
Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nasional
Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Internasional
Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Nasional
Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Nasional
Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Megapolitan
Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Regional
Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Pohon Natal dari Bahan Mi Soun

Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Pohon Natal dari Bahan Mi Soun

Nasional
Kemendikbud Ralat Konten Buku Kelas VI Kurikulum 2006 soal Ibu Kota Israel

Kemendikbud Ralat Konten Buku Kelas VI Kurikulum 2006 soal Ibu Kota Israel

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM