Rabu, 24 September 2014

News / Regional

Hendak Tawuran, Ratusan Pelajar Diciduk Polisi

Senin, 22 Juli 2013 | 12:26 WIB
KOMPAS.com/IKA FITRIANA Para pelajar salah satu SMK swasta di Kota Magelang diamankan di Mapolres Magelang karena diduga hendak melakukan aksi tawuran, akhir pekan lalu.

MAGELANG, KOMPAS.com — Ratusan pelajar dari SMK Yudha Karya Kota Magelang diamankan di Mapolres Magelang. Mereka diciduk karena diduga hendak tawuran dengan gabungan pelajar SMK di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, akhir pekan kemarin.

Mereka digelandang polisi di Desa Tanjung dan Jembatan Gending, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dari dalam tas sekolah mereka, polisi menemukan sebuah senjata tajam berupa parang, 3 buah gear sepeda motor yang sudah diikat dengan tali, serta sebuah obeng.

Meski demikian, kepada polisi mereka mengelak jika dituduh akan melakukan tawuran. Menurut Feby, salah satu pelajar, ia dan teman-temannya hanya sedang mencari bengkel untuk lokasi praktik kerja lapangan (PKL) di daerah Desa Kalinegoro.

"Tiba-tiba saja kami sudah dihadang oleh pelajar dari SMK di Salam," ujar Feby yang juga dijawab kompak oleh teman-temannya.

Feby bahkan mengaku hanya menjadi korban amukan warga yang jengkel melihat pelajar akan tawuran. Feby sendiri mengalami luka gores di bagian perut dan punggung.

"Kami hanya korban karena dikira mau tawuran. Tapi tidak apa-apa, ini pengalaman hidup," ujar Feby.

Beberapa dari mereka mengaku sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi ada juga beberapa yang tidak puasa meski mengaku Muslim.

"Kalau di rumah bilang puasa, tapi kalau di luar tidak," ungkap salah satu pelajar yang mengaku bernama Bintang.

Kapolres Magelang melalui Kasat Sabhara AKP I Gede Suwardi mengatakan, sebelum digelandang mereka diketahui terlihat beriringan pulang dari sekolah menggunakan sepeda motor. Iring-iringan pelajar ini dihadang oleh pelajar lain dari gabungan beberapa SMK di Kabupaten Magelang di Jalan Tanjung Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan.

Belum sempat tawuran, aksi tersebut sudah tercium oleh polisi yang mendapat laporan dari masyarakat. Polisi segera meluncur ke lokasi. Rombongan pelajar itu kocar-kacir berlarian ke rumah-rumah penduduk, bahkan ada pula yang bersembunyi di bawah jembatan.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa akan ada tawuran. Tidak ada yang kami tahan, hanya kami beri pembinaan saja. Pemicunya juga masalah sepele," kata Gede.

Atas kejadian ini, pihak sekolah langsung diundang dan diminta untuk datang ke Polres. Sementara itu, para pelajar yang tertangkap kemudian dinasihati, juga disuruh berolahraga di lapangan mapolres setempat. Selanjutnya, mereka didata untuk kemudian dikembalikan ke orangtua masing-masing.

Penulis: Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Editor : Farid Assifa