Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Pemadaman Kebakaran Pasar Babadan Terkendala Angin, Air, dan Kerumunan Massa

Kamis, 18 Juli 2013 | 03:16 WIB
KOMPAS.com/Amanda Putri Pasar Babadan, di Ungaran, Jawa Tengah, terbakar pada Rabu (17/7/2013) malam.
SEMARANG, KOMPAS.com — Agus, warga Ungaran Timur, tampak ngos-ngosan membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar Pasar Babadan, Rabu (17/7/2013) malam. Pemadaman api terkendala angin kencang, minimnya sumber air di dekat pasar, dan kerumunan massa.

"Saya pukul 20.00 WIB lewat sini belum ada apa-apa (kebakaran). Sampai rumah sekitar pukul 20.30 WIB ada kabar dari tetangga Pasar Babadan kebakaran. Saya langsung ke sini (Pasar Babadan)," ujarnya. Agus mengatakan, api sudah membesar di tengah pasar ketika dia datang.

"Kemungkinan korsleting listrik," ujarnya. Lima mobil pemadam kebakaran belum mampu menjinakkan api sampai pukul 23.30 WIB. Petugas kesulitan memadamkan api karena angin cukup kencang.

Selain itu, petugas kesulitan mencari air untuk memadamkan api. Petugas harus bolak-balik mengisi air. Bupati Semarang Mundjirin yang berada di lokasi mengatakan, dia akan segera mencari lahan relokasi agar pedagang bisa berjualan kembali.

Terlihat pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangannya yang bisa diselamatkan. "Ya Allah entek kabeh (habis semua)," keluh seorang pedagang.

Pemadaman api juga mengalami kesulitan karena minimnya pasokan air di sekitar pasar. Hal ini diperparah dengan kemacetan lalu lintas dari arah Ungaran menuju Pasar Babadan. Kemacetan mengular panjang dari Masjid Istiqomah Ungaran menuju lokasi kebakaran. Belum lagi kerumunan warga yang menyesaki lokasi kebakaran. (Galih Permadi/Agung Yulianto)

Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: Tribunnews.com