Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Cawagub Jatim: Khofifah Gagal, KPU Jatim Penjagal Demokrasi

Senin, 15 Juli 2013 | 10:59 WIB
KOMPAS/HARRY SUSILO Pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bambang DH (kiri) dan Said Abdullah berjabat tangan saat rapat pemenangan pasangan tersebut di kantor DPD PDI-P Jawa Timur, Surabaya, Senin (6/5/2013). Terkait pencalonannya sebagai gubernur, Bambang DH mengundurkan diri dari jabatan Wakil Wali Kota Surabaya. Adapun Said Abdullah adalah anggota Komisi VIII DPR RI.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Pencoretan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja sebagai kontestan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, menuai reaksi keras dari salah satu calon Wakil Gubernur Jatim Said Abdullah.

Pria kelahiran Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ini menyesalkan atas keputusan KPU Jatim dan menilai penyelenggara pemilu itu sebagai penjagal demokrasi di Jawa Timur.

"Keputusan KPU Jatim dengan mencoret Khofifah-Herman merupakan penjagalan dan pemasungan politik dan ini membuat demokrasi di Jawa Timur menjadi tidak sehat," ungkap Said kepada Kompas.com, Senin (15/7/2013).

Pria yang berpasangan dengan Bambang Dwi Hartanto sebagai Cagub Jatim ini turut prihatin atas pencoretan Khofifah sebagai peserta Pilgub. KPU Jatim seharusnya bersikap transparan dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

"KPU Jatim seharusnya menjunjung tinggi netralitas dan tidak bersikap pro terhadap salah satu pasangan calon," terang Said tanpa mau menyebut pasangan calon yang dimaksud.

Dugaan tidak netralnya sikap penyelenggara pemilu juga pernah menimpa partainya saat kasus Pilkada Batu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Calon yang diusung PDIP dicoret oleh KPU dengan penyebab yang hampir sama, yakni keberpihakan KPU terhadap salah satu pasangan calon.

"Kalau wasitnya saja tidak fair, maka sulit Pilgub di Jawa Timur ini bisa berjalan dengan jujur dan adil," tandasnya.

Pilgub yang jujur kata Said, yakni menjunjung tinggi etika demokrasi agar kuasa rakyat menang atas kuasa uang. Di era reformasi, menurut Said, seharusnya tidak berlaku lagi cara-cara yang tidak bermartabat dalam meraih kekuasaan.

"Sebuah suksesi politik seharusnya menjadi wahana pembelajaran politik yang cerdas bagi rakyat Jawa Timur," ujarnya.

Sebelumnya, KPU Jawa Timur, Minggu (14/7/2013) memutuskan pasangan Khofifah Indar Parawansa - Herman Sumawiredja tidak lolos sebagai peserta Pilgub Jawa Timur. Keputusan tersebut diambil melalui voting 5 Komisioner KPU Jatim setelah rapat pleno gagal mengambil keputusan.

Dalam hasil voting tersebut, 3 komisioner menolak dukungan PPNUI dan PK pada Khofifah. Sedangkan 2 anggota KPU mendukung Khofifah. Dengan hasil voting 3:2, maka Khofifah dinyatakan tidak lolos sebagai peserta Pilgub.

Dalam berita acara KPU Jatim nomor 56/BA/BKD.JTM/VII/2013 tentang Penetapan Pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, KPU Provinsi Jawa Timur telah memutuskan, hanya tiga pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala Daerah yang lolos maju dalam Pilgub Jatim 2013. Ketiganya pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf, Bambang DH-Said Abdullah, dan Eggi Sudjana-M Sihat.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Farid Assifa