Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Regional

Banjir Bandang, Warga Konawe Utara Mengungsi

Kamis, 11 Juli 2013 | 22:42 WIB
KENDARI, KOMPAS.com - Ratusan warga di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman setelah rumah mereka terendam banjir, Kamis (11/7/2013), sejak pukul 02.00 wita.

Banjir bandang tersebut merendam lima Kecamatan di Konawe Utara, akibat curah hujan yang tinggi sejak awal pekan ini. Lima Kecamatan yang terendam banjir meliputi Kecamatan Oheo, Asera, Andowia, Lasolo, dan Lembo.

Ketinggian air rata-rata mencapai satu meter. Bahkan, banjir juga menenggelamkan badan jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Akibatnya, kendaraan tak bisa melintas.

Tak hanya rumah dan jembatan, beberapa sekolah yang ada di lima kecamatan juga ikut terendam. Sahbudi, salah satu korban banjir yang berhasil dihubungi mengungkapkan, seluruh keluarganya sudah mengungsi ke rumah keluarga.

"Kita sudah tidak tinggal di rumah. Untuk sementara ini tinggal di rumah anak. Kebetulan rumahnya tidak terkena banjir, karena posisinya lebih tinggi," kata Sahbudi, Kamis (11/7/2013) malam.

Sekretaris Dinas Sosial kabupaten Konawe Utara (Konut), Ratna Amin yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan bencana banjir tersebut. “Di Kecamatan Oheo itu kondisi air sudah masuk sampai ke rumah warga dan sudah menutupi jalan. Kita belum peroleh data pasti untuk kecamatan Lasolo dan Lembo. Sekarang masih tahap pendataan. Sebentar ini, kita akan membangun tenda darurat untuk para korban," kata Ratna.

Menurut Ratna, banjir terparah terjadi di Desa Linomoyo. Bahkan, banjir telah menenggelamkan jalan raya hingga meluber ke jembatan dan mengakibatkan kendaraan roda empat tak bisa melewati jalan.

 

Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Glori K. Wadrianto