Kamis, 18 Desember 2014

News / Regional

Terima Gelar Doktor, Dahlan Iskan Pidato soal Dakwah

Senin, 8 Juli 2013 | 14:09 WIB
KOMPAS.com/PUJI UTAMI Menteri BUMN Dahlan Iskan saat menerima penganugerahan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) bidang komunikasi dan penyiaran Islam di Aula Kampus IAIN Walisongo Semarang, Senin (8/7/2013)
SEMARANG, KOMPAS.com — IAIN Walisongo Semarang menganugerahkan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) bidang komunikasi dan penyiaran Islam kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Penganugerahan dilakukan melalui Rapat Senat Terbuka di Gedung Aula Kampus Tiga IAIN Walisongo, Senin (8/7/2013). Dalam pidatonya, Dahlan Iskan banyak membicarakan hal-hal terkait dakwah dan cara berkomunikasi.

Seperti halnya pidato dengan judul "Dakwah bil Hal Korporasi Usaha Individu Umat Menuju Indonesia Maju" yang disampaikan Dahlan. Dakwah bil Hal merupakan istilah yang muncul hanya di Indonesia, seperti halnya halalbihalal.

Sistem dakwah ini, ungkap Dahlan, sudah muncul sejak sekitar 1970, tetapi belum diketahui persis siapa yang memopulerkan pertama kali. "Dakwah ini merupakan jawaban di saat dakwah lain kurang diterima, terlebih lagi kondisi masyarakat ketika itu," katanya.

Dahlan mengatakan, dakwah ini merupakan dakwah dengan perbuatan dan hasil nyata. Hal ini mudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Tantangan terberat, menurut Dahlan, adalah bidang ekonomi.

Dahlan mengatakan, berdakwah juga harus mengikuti tuntutan zaman sehingga bukan hanya untuk menjawab persoalan masa kini melainkan juga masa depan. Sebab itu, Dahlan banyak menyoroti masalah pengelolaan perekonomian di Indonesia.

"Negara ini tidak bisa terlepas dari bidang pertanian dan peternakan sebagai mata pencarian terbesar masyarakat, tapi perlu ada upaya pengelompokan yang tentunya untuk kesejahteraan," katanya.

Acara itu dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pengusaha. Sebagian besar jajaran direksi BUMN juga turut hadir dalam penganugerahan tersebut. Selain itu, juga ada pimpinan IAIN berbagai daerah dan pimpinan pondok pesantren.

Di sela pidatonya, Dahlan juga mengatakan jika ke depan ada hal yang tidak menyenangkan, ia meminta agar gelar tersebut dicabut. "Kalau ada yang tidak menyenangkan, cabut saja gelar ini," katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Rektor IAIN Walisongo Semarang Muhibbin Noor mengatakan, sosok Dahlan Iskan sangat layak menerima penganugerahan tersebut. Gaya kepemimpinan dan komunikasi yang baik bisa diterima semua kalangan.

Gaya komunikasi Dahlan itu dinilai bisa menjadi contoh bagi pendakwah-pendakwah muda. Meski bukan peneliti dakwah, Dahlan juga dinilai memiliki pemikiran-pemikiran yang berguna bagi masyarakat.

Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Glori K. Wadrianto