Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Pendukung 5 Cagub Malut Desak Bawaslu Proses Pelanggaran Pilgub

Rabu, 3 Juli 2013 | 20:41 WIB
KOMPAS.com/Anton Abdul Karim Pendemo nyaris bentrok dengan pendukung salah satu pasangan cagub saat mendatangi kediaman cagub Ahmad Hidayat Mus di Jl Arnold Mononutu Ternate, Rabu 93/7/2013).

TERNATE, KOMPAS.com – Massa pendukung 5 kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara berunjuk rasa di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara, Rabu (3/7/2013). Mereka mendesak agar Bawaslu Maluku Utara memproses sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu pasangan calon.

Massa yang berunjuk rasa masing-masing pendukung pasangan Muhadjir Albaar-Sahrin Hamid, Syamsir Andili-Benny Laos, Abd Ghani Kasuba-Natsir Thaib dan pasangan Namto Hui Roba-Ismail Arifin.

Ribuan pendukung sejumlah kandidat ini melakukan aksi di sejumlah titik di Tertante. Awalnya pendemo melakukan orasi di depan kantor Bawaslu Malut. Di sana mereka mendesak Bawaslu Malut segera mengeluarkan rekomendasi untuk memproses dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan salah satu kandidat cagub dan cawagub.

Dalam orasinya, pendemo menyebutkan pasangan cagub dan cawagub atas nama Ahmad Hidayat Mus dan Hasan Doa melakukan sejumlah pelanggaran saat pemungutan suara. Sejumlah pelanggaran yang disebutkan pendemo berupa adanya dugaan 12 desa fiktif di Kabupaten Kepulauan Sula. Padahal 12 desa tersebut tidak ada sama sekali, namun ribuan nama penduduknya tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Dugaan kecurangan lain berupa adanya money politic serta dugaan keberpihakan sejumlah anggota KPU terhadap kandidat tertentu. Karena itu, pendemo mendesak agar dilakukan pemilihan ulang.

Saat aksi di kantor Bawaslu, pendemo bahkan menggiring salah seorang Komisioner Bawaslu Malut, Azis Marsaoly untuk menyampaikan sikapnya.

“Intinya kami akan memproses setiap pelanggaran yang dilakukan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Ini demi kebaikan masyarakat Maluku Utara,” jelas Azis Marasoly di atas salah satu truk pendemo.

Aksi masa berlanjut hingga ke kediaman calon gubernur Ahmad Hidayat Mus di jalan Arnold Monunutu. Di tempat itu, pendemo nyaris bentrok dengan pendukung Ahmad Hidayat Mus. Untung saja, aparat polisi yang mengawal ketat jalannya aksi dapat melerainya.

Aksi juga berlanjut hingga ke kediaman dinas Gubernur Malut Thaib Armaiyn di Jalan Yossudarso.

“Kami minta Gubernur jangan sekali-sekali bermain mata dengan kandidat tertentu, kalau pak Thaib mau main mata dengan kandidat, kami akan mengangkat kembali masalah korupsi. Kami tahu siapa sebenarnya Thaib Armaiyn,” kecam Mujur Somadayo, salah satu orator.

Hingga sore tadi, pendemo masih berkonsentrasi di sejumlah titik. Aparat keamanan juga nampak siaga melakukan pengamanan di sejumlah titik. Atas aksi ini, kota Ternate sempat mengalami kemacetan di beberapa sudut jalan. Namun aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Penulis: Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Editor : Farid Assifa