Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Rektor IPDN Tunggu Surat dari Kemendagri

Jumat, 14 Juni 2013 | 12:49 WIB

Terkait

BANDUNG, KOMPAS.com - Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi, membenarkan adanya tim khusus yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengusut tudingan menelantarkan anak yang dilontarkan Susi Susilowati, perempuan yang mengaku istri simpanan I Nyoman.

Tim tersebut juga dibentuk sesuai dengan perintah dari Mendagri Gamawan Fauzi. "Sudah, sudah dikirim tim untuk menyelesaikan masalah ini," kata I Nyoman saat ditemui Kompas.com di kampus IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jumat (14/5/2013).

Ketika ditanya apakah tim khusus yang dipimpin langsung oleh sekjen Kemendagri itu memeriksa dia, I Nyoman mengaku masih menunggu surat resmi pemeriksaan. "Segera, suratnya akan datang. Saya tidak mau komentar lagi cukup," ujar I Nyoman singkat.

Sebelumnya diberitakan, pihak Kemendagri saat ini telah menurunkan tim khusus yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri langsung. Pemeriksaan itu nantinya, ujar Gamawan melanjutkan, akan dilakukan bersamaan kepada kedua belah pihak.

"Semuanya, termasuk Pak Nyoman. Wanita yang mengaku itu juga. Kan, kita harus praduga tak bersalah dulu. Karena itu kita turunkan tim untuk melihat kebenarannya," jelas Gamawan.

Waktu pemeriksaan pun diharapkan Mendagri, tidak lebih dari 10 hari. "Saya minta paling lama sepuluh hari. tapi kalau bisa seminggu. Ini negara bebas, negara demokrasi dan dibimbing oleh hukum. Proses hukum harus kita hormati," papar Gamawan.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan bernama Susi Susilowati mengaku sebagai istri simpanan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi dan mengklaim bahwa bayinya merupakan anak kandung Nyoman, Selasa (11/6/2013). Susi juga mengunggah video berjudul "IPDN Dimas Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh Rektor IPDN Bandung" melalui Youtube.

Susi mengaku berani mengungkap hubungannya dengan Sumaryadi karena upaya baiknya tidak mendapat respons positif. "Saya memberanikan diri hanya untuk membuktikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Terserah masyarakat menilai saya seperti apa," ujar Susi yang berderai airmata saat ditemui di Graha Inilah Pasim.

Menanggapi tuduhan itu, I Nyoman Sumaryadi mengatakan tidak merasa mencampakkan anaknya dari seorang perempuan bernama Susi. "Saya tidak tahu dan tidak merasa. Zaman demokrasi, orang bisa menyampaikan apa saja," kata Sumaryadi saat ditemui seusai kuliah umum di Kampus IPDN Jatinangor, Senin (10/6/2013).

Lebih lanjut, Sumaryadi menambahkan, dia malas untuk menanggapi isu-isu yang dikatakannya tidak benar itu. "Yang penting kami tidak menanggapi isu-isu yang tidak benar," dia menegaskan.


Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Kistyarini