Rabu, 26 November 2014

News / Regional

Kabut Tebal, Pencarian Pesawat di Pemalang Dihentikan

Rabu, 12 Juni 2013 | 13:33 WIB

PEMALANG, KOMPAS.com — Sejumlah relawan menghentikan upaya pencarian pesawat yang diduga jatuh di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, akibat kabut tebal. Kabut juga memaksa pencarian dilakukan dengan berjalan kaki.

Hal itu diungkapkan Komandan Koramil 13 Pulosari Kapten Inf Heri Purnomo pada Tribun Jateng di sela-sela pencarian di Bukit Pesamoan, Desa Gombong, Kecamatan Belik, Rabu (12/6/2013) pukul 12.00.

Menurut dia, kabut yang tebal menutup pandangan mata. Kabut juga tidak memungkinkan pencarian menggunakan helikopter. "Namun, kami tetap mencari dan mencari," kata Heri.

Heri menjelaskan, berdasarkan informasi, titik lokasi jatuh pesawat diperkirakan berada di balik Bukit Pesamoan yang memiliki ketinggian 1.500 dpl. "Ini perbatasan antara Desa Gombong, Kecamatan Belik, dan Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari."

Menurut Heri, berdasarkan informasi yang didapatnya, pesawat yang jatuh adalah pesawat latih. Namun, dia tidak mengetahui jenis pesawatnya.

Sampai saat ini kabar tentang jatuhnya pesawat di Pemalang masih simpang siur. Tim SAR yang dibantu warga mencari di lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat pada Rabu (12/6/2013) sejak pukul 06.00.

Danramil 13 Pulosari Kapten Inf Heri Purnomo mengatakan belum ada kepastian tentang peristiwa itu. "Kepastian jatuh belum bisa kami pastikan. Sampai sekarang belum ada, tetapi kalau (ada pesawat) terbang rendah, iya," ujar Heri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Rukman Ahmad mengatakan, tidak ada helikopter dari TNI AD yang jatuh di Pemalang, Jawa Tengah. Menurut Rukman, insiden yang terakhir adalah masalah kerusakan pada helikopter TNI AD saat hendak mendarat di Lanud Ahmad Yani, Semarang, Selasa (11/6/2013) pagi.


Editor : Kistyarini
Sumber: