Jumat, 1 Agustus 2014

News / Regional

Korban Fitnah, Ruben Dapat Empati Penghuni Lapas

Selasa, 11 Juni 2013 | 21:00 WIB

Terkait

MALANG, KOMPAS.com — Keberadaan Ruben Pata Sambo di Lapas Lowokwaru Klas 1A Malang, Jawa Timur, menjadi perhatian banyak penghuni lapas setempat. Bahkan, kepala lapas dan para petugas lainnya sangat empati kepada sosok Ruben.

Kini, Ruben menjabat sebagai pemuka agama di dalam lapas tersebut. Menurut Kepala Lapas Herry Wahyudiono, Ruben mengaku tidak punya rasa dendam kepada siapa pun atas kasus yang menimpanya. Ia sudah pasrah kalau dirinya ditahan dan sudah menjadi kehendak Tuhan.

"Dia (Ruben) sekarang dalam kondisi sehat dan menjadi pemuka gereja yang ada di dalam lapas. Dia sangat rajin dan termasuk orang yang religius. Saya menaruh empati dan sangat simpati kepada dia," aku Herry kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2013).

Saat Ruben dibesuk putrinya, Ani, ke Lapas Lowokwaru, Herry mengaku sangat tersentuh. "Hati saya tersentuh saat melihat Ruben dibesuk putrinya ke sini. Kasihan sekali karena dia dipidana mati. Saat saya tanya, Pak Ruben mengaku tidak merasa ada dendam sedikit pun kepada orang yang menyebabkan dirinya masuk lapas dan divonis mati," katanya.

Kendati demikian, lanjut Herry, Ruben tetap meminta hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. "Tapi, dia meminta hukum harus tetap ditegakkan," katanya.

Seperti diberitakan, Ruben dan anaknya, Markus, adalah terpidana mati dalam kasus pembunuhan berencana terhadap sebuah keluarga di Tana Toraja, Desember 2005 silam. Belakangan diketahui, Ruben dan anaknya diduga menjadi korban fitnah.

Soal vonis kepada Ruben, Herry menyatakan tidak mau berkomentar karena tidak berhak.

"Posisi kami hanya menunggu karena Ruben di sini berdasarkan putusan yang sudah inkrah," katanya.

Jika menyebut siapa yang salah dan tidak, Herry mengaku tidak tahu. "Saya hanya menunggu keputusan sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya hanya bisa berkata kasihan kepada Ruben," katanya.


Penulis: Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor : Farid Assifa