Kamis, 27 November 2014

News / Regional

PKB Pertanyakan Netralitas KPU Jatim

Senin, 10 Juni 2013 | 20:46 WIB

Terkait

SURABAYA, KOMPAS.com - DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur mempertanyakan netralitas KPU Jatim soal keputusannya menganggap dukungan dua partai nonparlemen kepada pasangan cagub-cawagub, Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja tidak memenuhi syarat.

PKB Jatim masih yakin bahwa dukungan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) masih mendukung pasangan Khofifah-Herman.

"Kami tidak mengenal dualisme dukungan, karena bukti fakta yuridis, kedua partai itu bersama kami mendukung pasangan Khofifah-Herman," kata Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Jatim, Fuad Mahsuni kepada wartawan, Senin (10/6/2013).

Dia menilai, dualisme dukungan PPNUI dan PK selama ini sengaja dihembuskan sebagai upaya membangun opini untuk menggembosi pasangan Khofifah-Herman.

"Karena itu, kami minta KPU tidak takut pada tekanan pihak manapun. KPU harus tegas, netral, dan profesional mengawal Pilgub Jatim," tegasnya.

Pihaknya juga tidak akan melakukan perbaikan seperti yang diminta KPU Jatim. PKB, kata Fuad, akan tetap bersikeras mempertahankan bahwa dukungan PPNUI dan PK itu sah dan memenuhi syarat sebagai dukungan untuk pencalonan Khofifah-Herman dalam Pilgub nanti.

Senin dini hari tadi, seusai menggelar pleno, KPU Jatim memutuskan bahwa dukungan PPNUI dan PK kepada dua pasangan calon yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf dan Khofifah-Herman sama-sama tidak memenuhi syarat administratif. Kedua pasangan ini diberi waktu hingga 16 Juni untuk memperbaiki dukungan atas dua partai nonparlemen itu.

Keputusan KPU itu secara tidak langsung mengancam pencalonan Khofifah-Herman. Karena dukungan pasangan ini menjadi kurang dari syarat dukungan minimal, yakni 15 persen suara partai.

Saat mendaftar, pasangan Khofifah-Herman memiliki modal dukungan 15,55 persen suara. Dukungan itu berasal dari PKB (12,26 persen), PKPB (1,48 persen), PKPI (0,87 persen), PMB (0,2 persen), PK (0,5 persen), dan PPNUI (0,2 persen). Bila PK dan PKNUI dicoret dari deretan pendukungnya, otomatis pasangan ini tinggal memiliki dukungan 14,81 persen.


Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Farid Assifa