Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Kepala Kemenag Pamekasan Lengser, Guru-guru Syukuran

Selasa, 28 Mei 2013 | 12:28 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Nurmaluddin, akhirnya lengser dari jabatannya, Selasa (28/05/2013).

Dia digantikan Muarif Thantowi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Lengsernya Nurmaluddin diikuti dengan syukuran Persatuan Guru Madrasah Seluruh Pamekasan (PGMSP) yang diikuti beberapa staf dan karyawan Kemenag Pamekasan. Syukuran dirayakan dengan melepas balon udara di depan kantor Kemenag Pamekasan bergambar Nurmaluddin dan Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Juhairiyah.

Zainullah, Ketua PGMS mengatakan, sudah sepantasnya Nurmaluddin dipindah dari Kabupaten Pamekasan karena selama menjabat sejak tahun 2011 lalu, segala kebijakannya kerap kali merugikan para guru dan staf.

Zainul mengungkapkan, kebijakan terakhir yang dikeluarkan Nurmaluddin yakni penyetoran berkas pengajuan tunjangan sertifikasi guru PNS dan non PNS yang harus membayar Rp 50.000. "Yang belum tuntas persoalannya hari ini yakni pungutan Rp 500.000 kepada 1.000 lebih guru peserta sertifikasi tahun 2011 untuk mengeluarkan sertifikat dan nomor resgistrasi guru (NRG). Kenyataannya sampai sekarang NRD dan sertifikat tak kunjung keluar," ungkapnya.

Hal lainnya yakni hilangnya tunjangan bagi 400 lebih guru penerima tunjangan fungsional tahun 2012 masing-masing Rp 3 juta. "Tunjangan fungsional guru yang masih 'gelap' ini juga belum selesai urusannya seperti apa. Kami berharap kepala Kemenag yang baru bisa memberikan titik terang," imbuhnya.

Kebijakan lain, Nurmaluddin yang menuai protes guru-guru di Pamekasan yakni diberhentikannya kepala-kepala madrasah negeri yang dinilai tidak simpati dengan dirinya. Kepala-kepala madrasah tersebut kemudian dimutasi dan digantikan dengan saudara-saudaranya dan familinya sendiri.

Seperti di MAN Pamekasan, di MTs Negeri Parteker, di MTs Negeri Pademawu dan MTs Negeri Kadur masih saudaranya sendiri. Hal yang paling menggegerkan warga Pamekasan yakni ketika mengancam membunuh wartawan media cetak lokal karena menulis soal pemotongan gaji guru dan pegawai Kemenag Pamekasan sebesar Rp 100 ribu untuk kepentingan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag Pamekasan.

Terkait dengan segala kebijakan dan tindakannya itu, Nurmaluddin tidak pernah dan sulit menemui wartawan. Beberapa upaya konfirmasi secara langsung dan tidak langsung tidak pernah direspon. Staf di bawahnya juga dilarang memberikan komentar kepada media. 


Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Glori K. Wadrianto