Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

MAKASSAR

Tawuran Antarwarga di Kandea Pakai Bom Molotov

Jumat, 24 Mei 2013 | 17:01 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Tawuran antara warga Kecamatan Bontoala melawan warga Kecamatan Tallo di Jalan Kandea 3 masih saja terjadi, Jumat (24/5/2013) siang. Tak hanya menggunakan berbagai senjata tajam, warga juga menggunakan bom molotov.

Aksi saling serang ini dipicu dendam lama. Meski kedua kelompok telah didamaikan oleh aparat keamanan TNI-Polri dan Pemerintah Kota Makassar, tawuran masih saja terjadi.

Tawuran yang terjadi selama beberapa menit selepas shalat Jumat ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, tiga orang pemuda yang diduga terlibat tawuran diamankan polisi. Ketiga warga yang diamankan adalah Baktiar (39) dan Hendra (21) warga Jalan Kandea 3 serta Muh Adnan Kusuma (11) warga Jalan Kubis, Makassar.

Berdasarkan pantauan di lokasi tawuran, sudah banyak rumah warga yang kosong ditinggal pemiliknya. Mereka dikabarkan mengungungsi ke rumah lain yang lebih aman. Pasalnya, tawuran ini kerap terjadi selama sebulan terakhir. 

Pasca-tawuran, aparat kepolisian kemudian melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Di tempat itu, polisi menyita puluhan anak panah yang tertancap di dinding rumah warga, batu yang berserakan di jalanan, dan pecahan botol bom molotov. Rencananya, polisi akan membuat posko keamanan untuk mengantisipasi bentrokan kembali terjadi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, aparat sudah berupaya maksimal untuk menghentikan tawuran di Jalan Kandea. Hanya saja, warga di dua kecamatan itu masih saja terlibat bentrokan.

"Upaya persuasif sudah, represif sudah, perdamaian sudah beberapa kali dan terakhir Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin menghadiri perdamaian itu. Kita juga sudah buatkan perjanjian, namun mereka masih saja tawuran. Polisi juga sering masuk patroli ke daerah itu. Tapi jika polisi tidak ada, warga kembali tawuran. Susah tawuran mau reda di daerah itu, jika bukan kesadaran warga sendiri," kata mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Glori K. Wadrianto