Kamis, 28 Agustus 2014

News / Regional

Demo Anti Korupsi, Massa Rusak Kantor Kejari Pamekasan

Jumat, 24 Mei 2013 | 16:46 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com—Belasan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Pamekasan, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Jumat (24/05/2013).

Aksi tersebut diwarnai dengan bakar-bakar ban di Jalan Raya Panglegur hingga menyebabkan kendaraan macet selama beberapa menit. Aksi tersebut dalam rangka mengoreksi kinerja Kejaksaan Negeri Pamekasan di bawah kepemimpinan Agus Irianto, yang dinilai kurang serius dalam menangani dugaan korupsi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan sejak dipimpin Nurmaluddin.

Koordinator ARAK Pamekasan Muhammad Zainal mengatakan, Kejari Pamekasan tidak serius dalam menangani kasus di Kemenag Pamekasan. Padahal laporan dugaan tindak pidana korupsi di Kemenag Pamekasan disertai dengan dokumen dan bukti-bukti sudah diserahkan.

ARAK menduga ada permainan dan konspirasi antara Kemenag Pamekasan dan Kejari Pamekasan yang menyebabkan penanganan kasus tersebut tidak serius.

"tidak ada alasan untuk menindaklanjuti kasus ini. Sebab data sudah ada semua tinggal keseriusan Kejari untuk melakukan penyelidikan terhadap pihak Kemenag Pamekasan," ungkap Zainal.

Seperti biasa, aksi yang digelar di Kejari Pamekasan tidak pernah ditemui oleh Agus Irianto. Hal itu membuat massa ARAK geram. Selain itu, di kantor Kejari Pamekasan hanya ada beberapa staf saja dan pimpinan yang lain juga tidak berada di kantor.

Massa ARAK yang dihadang 60 anggota Polres Pamekasan di depan pintu masuk kantor Kejari, membuat semakin kesal massa. Akhirnya massa berlari menuju pintu belakang kantor Kejari Pamekasan dan masuk hingga di depan ruang kerja Kajari Agus Irianto. Sampai di dalam, massa kemudian menendang pintu ruang kerja Kajari yang terkunci.

Tidak hanya itu, massa mencoba mendobrak pintu tersebut. Namun tidak berhasil. Plakat nama Kajari Pamekasan menjadi sasaran massa untuk dirusak dan diinjak-injak.

"ini birokrasi apa kok kepalanya tidak pernah ada di kantor," teriak Muhammad Hasan, aktivis ARAK lainnya. Setelah puas mengobrak-abrik depan ruang kerja Kajari Pamekasan, massa kemudian membubarkan diri.


Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Farid Assifa