Polwan Cantik Hilang, Propam Polda Jatim Turun Tangan - Kompas.com

Polwan Cantik Hilang, Propam Polda Jatim Turun Tangan

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 23/05/2013, 13:40 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Tim Propam Kepolisian Daerah Jawa Timur diturunkan ke Mojokerto untuk mengumpulkan data kasus Briptu Rani, anggota Polres setempat, yang dikabarkan menghilang selama tiga bulan terakhir. Tim yang diturunkan sejak kemarin, kata Kasubbid Penmas Polda Jatim AKBP Suhartoyo, akan mengumpulkan informasi tentang siapa sebenarnya polisi wanita itu.

''Dia ternyata beberapa kali terlibat kasus pelanggaran hukum,'' kata Suhartoyo, Kamis (23/5/2013).

Seperti diberitakan, kasus yang melibatkan Briptu Rani semakin membias dan terus berkembang. Selain masalah disersi, juga masalah pelecehan seksual, penggelapan uang, peredaran foto syur, dan sebagainya.

''Hasil data yang diperoleh semoga dapat mengungkap siapa saja yang terlibat,'' ungkap Suhartoyo.

Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni, anggota polisi wanita (polwan) yang dikenal berparas cantik, tiba-tiba menghilang. Sudah selama sebulan, keberadaannya misterius dan tak terlihat di tempat tugasnya di Polres Mojokerto.

Bahkan, ada yang menyebut, sudah tiga bulan anggota yang pernah bertugas di Satuan Lantas Polres Mojokerto ini menghilang. Dalam tata aturan tugas di kepolisian, jika anggota polisi tidak masuk selama 30 hari kerja, yang bersangkutan dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan harus dicari sampai ketemu. 

***

Berita Terkait:

Polwan Cantik asal Bandung Hilang Misterius di Mojokerto

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Datangi Proyek MRT, Anies-Sandi Tegaskan Eksekusi Lahan di Haji Nawi

Datangi Proyek MRT, Anies-Sandi Tegaskan Eksekusi Lahan di Haji Nawi

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi 'One Man Show', Kadang Presiden, Gubernur, Tukang Bagi Sepeda

Fadli Zon: Jokowi 'One Man Show', Kadang Presiden, Gubernur, Tukang Bagi Sepeda

Nasional
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 3,9 Miliar

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 3,9 Miliar

Regional
Mantan Presdir Allianz Minta Diperiksa pada 26 Oktober

Mantan Presdir Allianz Minta Diperiksa pada 26 Oktober

Megapolitan
Tabrakan Bus di Aceh Utara Tewaskan Kernet dan Sopir

Tabrakan Bus di Aceh Utara Tewaskan Kernet dan Sopir

Regional
Kesal Pasien Dialihkan Jadi Alasan Dokter Todongkan Pistol Mainan ke Stafnya

Kesal Pasien Dialihkan Jadi Alasan Dokter Todongkan Pistol Mainan ke Stafnya

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Dinilai Belum Aman, Cawapres Jadi Faktor Penentu

Elektabilitas Jokowi Dinilai Belum Aman, Cawapres Jadi Faktor Penentu

Nasional
Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Wali Songo dan Truk, Dua Luka Parah

Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Wali Songo dan Truk, Dua Luka Parah

Regional
Mantan Biduan Berusia 73 Tahun Juarai Kontes Kecantikan Para Nenek

Mantan Biduan Berusia 73 Tahun Juarai Kontes Kecantikan Para Nenek

Internasional
Gerbang Tol Karawang Barat 2 Ditutup Jumat Sore Ini hingga Besok Pagi

Gerbang Tol Karawang Barat 2 Ditutup Jumat Sore Ini hingga Besok Pagi

Megapolitan
Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

Tembok Perbatasan Meksiko Tahan Gempuran Palu dan Bor Listrik

Internasional
Kunjungi Bandung, Dubes Perancis Bakal Bantu Permak Stasiun Bandung

Kunjungi Bandung, Dubes Perancis Bakal Bantu Permak Stasiun Bandung

Regional
Jokowi Diminta Waspadai Fenomena Pilkada DKI Terulang pada Pilpres

Jokowi Diminta Waspadai Fenomena Pilkada DKI Terulang pada Pilpres

Nasional
Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

Regional
BPTJ: Kerugian akibat Macet Jabodetabek Rp 100 Triliun per Tahun

BPTJ: Kerugian akibat Macet Jabodetabek Rp 100 Triliun per Tahun

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM