Senin, 22 September 2014

News / Regional

Masa Tenang Pilkada Kota Malang Diwarnai "Politik Beras"

Selasa, 21 Mei 2013 | 16:31 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Masa tenang jelang pemungutan suara Pilkada Kota Malang pada 23 Mei mendatang, diwarnai aksi "politik beras". Ada tim sukses pasangan calon yang membagi-bagi beras ke rumah warga pemilik hak suara.

Panitia pengawas pemilu kecamatan mendapatkan laporan dan mendapatkan kiriman beras dari warga. Beras tersebut diduga dibagikan oleh tim sukses dari pasangan calon Heri Pudji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (DaDi) nomor urut 3, yang diusung Partai Golkar dan PAN serta 16 partai nonparlemen lainnya. Pembagian beras politik tersebut menyebar di Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

"Saat Panwascam mencabut baliho calon di dua keluraha itu, ada warga yang melapor telah diberi beras oleh tim sukses pasangan DaDi. Ada laporan itu, warga dipersilakan melapor ke Panwascam," kata Marta Ary kepada wartawan, Selasa (21/5/2013).

Selain ada laporan dari warga, kata Marta, Panwascam Klojen juga telah mendapatkan laporan dari pengurus PDI-P yang mengusung pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK).

"Kami juga dapat laporan dari PDIP tentang pembagian beras itu," katanya.

Adapun paket beras yang dibagikan pada warga itu bervariasi. Mulai dari yang ukuran lima kilogram hingga dua kilogram.

"Di dalam kantong beras terdapat gambar pasangan nomor urut 3. Bahkan ada kantong yang berasnya bergambar pasangan DaDi," beber Marta.

Menurutnya, aksi bagi-bagi beras oleh tim sukses pasangan DaDi jelas melanggar aturan Pilkada. "Karena saat ini sudah masuk hari tenang. Beras itu dibagikan pada Selasa (21/5/2013) dini hari," katanya.

Setelah ada laporan dari warga dan pengurus PDI-P tersebut, dengan membawa barang bukti berupa beras, Panwascam Klojen langsung melapor ke Panwas Kota Malang.

"Kami juga sudah melakukan klarifikasi pada enam saksi dan kita buatkan laporan untuk diserahkan ke Panwas Kota Malang," katanya.

Di tempat berbeda, Ketua Panwaslu Kota Malang Ashari Husein mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari Panwascam Klojen terkait "politik beras". Saat ini, pihaknya akan melakukan rapat pleno mengenai laporan tersebut.

"Setelah rapat pleno dengan seluruh anggota Panwas, baru kita bisa putuskan. Apakah bagi-bagi beras itu termasuk pelanggaran atau tidak. Apakah beras itu betul-betul dari tim sukses DaDi, kita masih akan mengkajinya," kata Ashari.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Sukses pasangan DaDi, Yustiadji membantah pihaknya membagi-bagi beras kepada warga seperti yang dilaporkan ke Panwascam Klojen.

"Hal itu jelas bukan tim DaDi yang melakukan," katanya.

Menurut Yustiadji, bagi-bagi beras menggunakan kantong plastik bergambar pasangan DaDi itu adalah upaya untuk menjatuhkan pasangan nomor urut 3 yang dilakukan oleh oknum.

"Kami tidak akan melakukan hal sebodoh itu. Dugaan kami, hal itu hanya pembusukan saja," katanya.

Jika memang ada pembagian beras yang mengatasnamakan dari pasangan DaDi, kata dia, bukan bagian dari progam DaDi.

"Masyarakat harus menolaknya. Karena tak ada program bagi-bagi beras agar mencoblos DaDi. Mari kita ciptakan Pilkada Kota Malang ini yang damai. Jangan ada pembusukan antarcalon," harapnya.


Penulis: Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor : Farid Assifa