Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

Seusai Diperkosa, Bocah SD Ditinggal di Sawah

Senin, 20 Mei 2013 | 22:25 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Seorang siswi kelas dua sekolah dasar menjadi korban perkosaan laki-laki yang belum diketahui identitasnya. Korban merupakan bocah berusia sembilan tahun warga Cijeunjing, Kabupaten Ciamis.

Korban, sebut saja Bunga, ditemukan seorang petani terkulai di sebuah gubuk sawah di Kampung Kamulyan, Desa/Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (20/5/2013) pagi. Saat ditemukan, kondisi korban terlihat lemas dan celananya dipenuhi darah.

Kusdita (60), salah seorang petani yang kali pertama menemukan korban di lokasi kejadian, mengaku, saat ditanya nama dan alamat, bocah itu awalnya tidak mau terus terang. Ia mengaku baru saja terjatuh. Namun, Kusdita tak percaya dan langsung melaporkan temuan bocah itu ke Polsek Manonjaya.

Anggota Unit Reskrim Polsek Manonjaya segera menuju lokasi. Ketika ditanya, sang bocah mengaku semalam diperkosa laki-laki tua. Korban pun sempat diperiksa di Puskesmas Manonjaya. Dari hasil pemeriksaan medis, kemaluan korban terluka akibat benda tumpul.

Setelah mendapat perawatan, korban kemudian dimintai keterangan di Polsek Manonjaya. Menurut korban, ibunya biasa berjualan gorengan di Alun-alun Ciamis. Kemarin malam, ia bertemu pelaku di tempat jualan ibunya. Malah sang ibu sempat mengobrol dengan lelaki tersebut.

Pelaku mengajak korban jalan-jalan dengan iming-iming akan dikasih uang jajan. Namun, pelaku malah membawanya ke sebuah gubuk di sawah di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Dengan ancaman akan dibunuh oleh pelaku, korban diperkosa sampai empat kali.

"Saya menangis karena sakit. Tapi, mulut saya dibekap tangan si Aa," kata korban.

Kapolsek Manonjaya AKP Mashar Junaedi mengatakan, pelaku diduga telah dikenal keluarga korban. Sesuai pengakuan korban sebelumnya, pelaku sempat ngobrol dengan ibunya sebelum membawanya ke lokasi kejadian. Kini kasus ini diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.


Penulis: Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha
Editor : Farid Assifa