Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

Goa Penuh Tengkorak Itu adalah Kuburan Suku Mekongga

Senin, 20 Mei 2013 | 18:43 WIB

Berita terkait

KOLAKA, KOMPAS.com — Tim peneliti yang terdiri dari Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Universitas Hasanuddin Makassar kembali menguak misteri goa yang dipenuhi tengkorak manusia di Desa Purau, Kolaka Sulawesi Tenggara, itu. Mereka mengatakan bahwa goa tersebut ternyata tempat kuburan suku Tolaki Mekongga pada abad ke-14 silam.

Kesimpulan ini diambil setelah tim peneliti melakukan beberapa penelitian permukaan dan informasi yang dihimpun dari masyarakat lokal. Dugaan goa tersebut adalah kuburan juga dikuatkan dengan peti mati di dalamnya. Peti mati itu oleh suku Tolaki Mekongga disebut soronga.

Muhammad Natsir, peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar, mengatakan, soronga adalah sebutan peti mati dari suku asli yang ada di Kolaka dan Kolaka Utara.

"Kami telah bercerita dengan warga setempat yang bersuku Mekongga dan memang peti mati dalam goa itu adalah soronga. Ini menguatkan dugaan kalau goa itu ternyata kuburan bagi suku Tolaki Mekongga atau Mekongga yang merupakan suku asli Kolaka dan Kolaka Utara. Jadi, sepantasnya penelitian ini akan terus dilanjutkan mengingat masih banyak hal yang bisa diungkap," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (20/05/2013).

Analisis dari Balai Pelestarian Cagar Budaya tersebut diperkuat oleh ahli geologi asal Universitas Hasanuddin Makassar, Asmunandar. Menurut Nandar (panggilan akrabnya), pembuktian tentang goa sebagai tempat pemakaman suku Mekongga bisa dilihat dari soronga yang diukir. Bukti lain ialah berupa benda-benda yang terdapat di dalam goa, yang diperkirakan seumur dengan usia tengkorak manusia di dalamnya.

"Jadi, zaman dahulu para suku Mekongga ini melakukan penguburan dengan cara menggunakan soronga itu. Prosesnya terbilang unik karena sebelum dibawa ke goa itu, orang yang sudah meninggal terlebih dahulu diupacarakan sambil dikeringkan. Pada saat proses pengeringan, airnya jatuh ke guci yang juga kita dapatkan di dalam goa. Setelah menjadi tulang belulang, barulah tulangnya beserta tengkorak dimasukkan ke soronga bersama guci-guci itu," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pasca-penemuan tengkorak manusia, tim peneliti menemukan benda-benda berupa guci/keramik, manik-manik, dan koin kerajaan Majapahit dan peti mati yang disebut soronga. Semua itu diperkirakan ada sejak abad ke-14 silam. Hingga saat ini, tim berusaha mengungkap misteri lain, seperti masalah hubungan suku Mekongga dengan dunia luar saat itu.

Mencuatnya kabar tentang goa yang dipenuhi tengkorak tersebut setelah ditemukan Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013, Subkorwil IX/Kolaka. Meskipun keberadaan goa ini sudah lama, warga sekitar menutupi informasi tersebut.


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Farid Assifa