Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Demo Harkitnas Ricuh, Satu Mahasiswa Ditangkap

Senin, 20 Mei 2013 | 13:59 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Kendari, yang berlangsung di ruas Jalan Abdullah Silondae, berakhir ricuh, Senin (20/5/2013). Seorang pengunjuk rasa bernama La Ode Arsan, yang menjadi koordinator aksi, ditangkap petugas kepolisian.

Kericuhan pecah ketika puluhan mahasiswa, berusaha menahan kendaraan dinas di ruas jalan protokol tersebut. Bahkan pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi yang mengawal aksi tersebut. Aparat kepolisian mengeluarkan tembakan gas airmata ke arah mahasiswa yang mencoba membakar ban bekas.

Kapolsek Mandonga, Kompol Danang mengaku, terkena pukulan para pengunjuk rasa. "Mereka mencoba menahan mobil plat merah dan membakar ban bekas, ya kita halangi dan mereka melakukan perlawanan," Danang menerangkan, di pos lalu lintas Mandonga, Senin.

Kapolresta Kendari AKBP Yuyun Yudhantara mengatakan, untuk sementara satu orang dimintai keterangan terkait aksi yang sudah mengarah ke tindakan anarkis. "Kita ambil korlapnya untuk dimintai keterangan, soalnya aksi mereka (mahasiswa) sudah menggangu ketertiban lalu lintas," ungkapnya.

Aksi puluhan aktivis HMI MPO di ruas Jalan Abdullah Silondae Kendari, untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei. Dalam orasinya, mahasiswa menolak rencana kenaikkan harga BBM. Pasalnya, kebijakan tersebut akan berdampak secara langsung dan memicu laju inflasi yang diiringi oleh naiknya harga barang-barang terutama kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. 


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Kistyarini