Sabtu, 20 Desember 2014

News / Regional

Peti Mati Juga Ditemukan Dalam Gua Tengkorak

Sabtu, 18 Mei 2013 | 23:10 WIB

Terkait

KOLAKA, KOMPAS.com - Sedikit demi sedkit misteri ratusan tengkorak manusia yang ada di sebuah gua yang terletak di Desa Purau, Kolaka Utara Sulawesi Tenggara mulai terkuak. Setelah menemukan guci, manik-manik dan uang logam kerajaan Majapahit, kini tim arkeolog menemukan benda yang menyerupai peti mati.

Benda menyerupai peti mati yang ada didalam goa tersebut terlihat tidak biasa, karena di sisi kiri dan kanannya terdapat ukiran yang diduga mengandung makna. Apalagi, peti tersebutberada di tengah-tengah tumpukan tengkorak manusia.

Arkeolog asal Universitas Hasanuddin Makassar, Asmunandar memperkirakan gua yang dipenuhi tengkorak itu dulunya digunakan sebagai tempat penguburan masyarakat setempat. "Selain temuan benda keramik dan logam, kami juga mendapatkan sebuah benda yang lebih mirip peti mati. Ini semakin menguatkan dugaan kalau memang gua itu dulunya adalah tempat penguburan suku tertentu. Ada corak atau ukiran yang terlihat di benda tersebut, tampak seperti ukiran tertentu. Inilah yang akan kami kembangkan," ungkapnya, Minggu (19/5/2013).

Ditempat terpisah, Muhammad Natsir dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar mengatakan informasi yang diperoleh timnya menyebutkan bahwa itu adalah soronga. "Yang benda mirip peti mati itu memang adalah peti mati. Kalau masyakat di sini menyebutnya soronga. Ini yang digunakan masyarakat sekitar guna melaukan penguburan. Informasi yang kami temukan seperti itu," ucapnya.

Para tim peneliti sangat yakin bahwa gua tersebut adalah tempat pemakaman pada zaman dahulu. "Yang jelas, informasi dari semua pihak, termasuk penduduk setempat masih kita kumpulkan. Saya rasa penemuan sejumlah benda selain tengkorak manusia itu akan sedikit memudahkan tim untuk mendeteksi lebih jauh lagi tentang gua ini," tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, para tim peneliti telah menemukan pecahan keramik yang diperkirakan dari dinasti Ming dan uang logam milik kerajaan Majapahit dari abad ke 14. Dengan penemuan beberapa barang tersebut, hal itu sekaligus mematahkan anggapan sebagian pihak yang mengabarkan bahwa gua yang dipenuhi tengkorak tersebut adalah tempat pembantaian pada masa lampau.


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko