Jumat, 25 April 2014

News / Regional

Apa yang Terjadi di Gua dengan Ribuan Tengkorak?

Kamis, 16 Mei 2013 | 14:45 WIB

Baca juga

KOLAKA, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi 2013 subkorwil IX/Kolaka, Sulawesi Tenggara, melibatkan arkeolog dari Makassar untuk mengungkap misteri dari gua yang dipenuhi ribuan tengkorak manusia di wilayah Kolaka.

Diharapkan hasil penelitian itu nantinya bisa menjawab secara pasti apa yang terjadi di gua yang terletak di Desa Purau, Kolaka Utara, tersebut. Hingga saat ini tidak ada penjelasan yang pasti, baik secara ilmiah, maupun berdasarkan cerita rakyat terkait apa yang terjadi di gua itu.

Ditemui di Poskotis Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013 subkorwil IX/Kolaka, Kapten Inf Reza Fajar Lesmana sebagai komandan lapangan menjelaskan, sudah beberapa hari terakhir tim arkeolog melakukan penelitian.

"Yang diteliti bukan hanya tengkorak manusianya saja, tapi apa yang ada di sekitar atau di dalam gua tersebut. Dan memang arkeolog yang lakukan penelitian itu cukup berhati-hati," ucapnya, Kamis (16/5/2013).

Kapten Inf dari satuan Kopassus ini menambahkan, apa pun kesimpulan dari hasil penelitian arkeolog tersebut akan dilaporkan kepada pemerintah pusat dan setempat sebagai bahan tindak lanjut.

"Semoga saja nanti ada hasil yang jelas dan bisa menjawab desas-desus selama ini tentang gua tengkorak tersebut. Apakah memang tempat pemakan tradisonal atau bekas dari tempat pembantaian zaman penjajahan dahulu. Kejelasannya nanti bisa kita ketahui dari hasil penelitian tersebut," ungkap Reza.

Secara terpisah, Komandan Kodim 1412 Kolaka Letkol Inf Febriel Buyung Sikumbang menjelaskan, untuk memudahkan kerja arkeolog dalam penelitian gua tersebut, pihak Tim Ekspedisi menugaskan beberapa orang mendampingi arkeolog yang telah ditunjuk.

Selebihnya, informasi dari warga sekitar tetap dibutuhkan guna pengumpulan data. "Yang kami libatkan dan masuk dalam tim arkelog itu ada lima orang. Mereka ini dari Universitas Negeri Makassar dan BP3 Makassar. Ini kan masalah keberadaan tengkorak manusia dalam jumlah banyak di dalam gua tersebut, maka penelitiannya harus betul-betul akurat nanti hasilnya. Kami harapkan kerja sama dari segala pihak biar ini bisa menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya," kata Fabriel.

Gua yang dipenuhi tengkorak itu kini marak diperbincangkan oleh kalangan umum. Padahal, keberadaan gua ini telah lama diketahui oleh warga sekitar Desa Purahu. Warga pribumi menyebut tempat itu gua tengkorak. 


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Glori K. Wadrianto