Selasa, 23 Desember 2014

News / Regional

Kegiatan TNI Ajang Reuni Keluarga dari 2 Negara Berbeda

Rabu, 15 Mei 2013 | 16:22 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Sebanyak 163 warga Timor Leste menghadiri upacara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-90 di wilayah Kodim 1618 Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan tersebut digelar di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/5/2013).

Kegiatan itu juga dimanfaatkan warga Timor Leste untuk temu kangen dengan saudara-saudaranya yang berada di Kecamatan Mutis. Warga Timor Leste itu diundang secara khusus oleh Komandan Kodim (Dandim) 1618 Kabupaten TTU Letnan Kolonel (Letkol) Arm, Eusebio Hornai Rebelo. Ratusan warga itu berasal dari Desa Lel Uf dan Ban Afi, Kecamatan Nitib serta Desa Malelat, Kecamatan Pasabe, Distrik Oekusi.

Selain ratusan warga Timor Leste, hadir pula warga empat desa di Kecamatan Mutis, gabungan pasukan TNI dari Lantamal VII Kupang, Korem 161 Wirasakti Kupang, Lanud El Tari Kupang, Kodim 1618 TTU, Polres TTU, Sat Pol PP, petugas medis, dan ratusan siswa SD dan SMP di kecamatan itu.

Dandim 1618 TTU Letnan Kolonel (Letkol) Arm Eusebio Hornai Rebelo mengatakan, diundangnya warga Timor Leste sebagai upaya untuk menjalin hubungan keakraban antara warga dua negara yang masih ada ikatan keluarga. Selain itu, yang paling utama adalah sebagai upaya untuk meminimalisasi konflik warga dua negara ini.

Pada kesempatan yang sama Dandim juga memberikan pengarahan khusus kepada warga Timor Leste agar terus menjaga hubungan baik dengan warga Indonesia.

"Kita ini masih satu budaya namun berbeda negara sehingga saya minta agar kita selalu saling menghormati dan terus bangun komunikasi yang baik. Kalau ada acara adat di Timor Leste dan kami diundang, kami pasti akan datang. Sebaliknya kalau ada acara di Indonesia akan kami undang," jelas Rebelo yang juga adalah putra asli kelahiran Oekusi, Timor Leste.

Warga Timor Leste merasa senang dan bangga karena mendapat kehormatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan besar itu.

"Kami sangat senang dengan undangan dari Indonesia, khususnya Dandim sehingga hari ini kami datang. Kami juga bisa memanfaatkan momen ini untuk bertemu keluarga kami di Indonesia," kata Arminu Tefa dan Joao Nacimento, dua warga Timor Leste kepada Kompas.com seusai mengikuti upacara.

Pantauan Kompas.com, kegiatan TMMD sendiri dilakukan dengan membuka jalan baru sejauh 8 kilometer, membangun tiga unit posyandu, lima deker, dan jalan penyeberangan (cross way), serta rehab sebuah Kapela. Kegiatan itu menghabiskan anggaran total Rp 500 juta yang bersumber dari dana hibah pemerintah daerah TTU.


Penulis: Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Farid Assifa