Senin, 21 April 2014

News / Regional

Diduga Catut Tunjangan Rp 15 Miliar, Kepala Kemenag Dituntut Mundur

Rabu, 15 Mei 2013 | 12:57 WIB

Baca juga

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (15/05/2013), menggelar aksi demonstrasi mendesak Kepala Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur memecat Kepala Kemenag Kabupaten Pamekasan Nurmaluddin.

Nurmaluddin diduga kuat menggelapkan tunjangan fungsional tahun 2012 lalu bagi 4.697 guru di lingkungan Kemenag Pamekasan. Menurut Muhammad Elman, Koordinator Kesatuan Aksi Lintas Masyarakat (Kalam), pada 2012 kemarin sebanyak 9.834 guru seharusnya mendapatkan tunjangan sebesar Rp 3 juta. Namun, hanya 4.697 guru yang menerima.

"Kalau dikalkulasi, tunjangan yang tidak dicairkan oleh Kemenag Pamekasan sebesar Rp 15,4 miliar," kata Elman.

Selain itu, ada pemotongan gaji karyawan Kemenag Pamekasan pada April kemarin sebesar Rp 350.000 untuk membentuk koperasi baru di lingkungan Kemenag Pamekasan. Padahal, di Kemenag sudah ada dua koperasi yang lebih dulu didirikan sebelum Nurmaluddin menjabat di Pamekasan.

Tidak cukup sampai di situ, Elman menjelaskan, Kemenag Pamekasan diduga menilap subsidi untuk pengawas ruang pada ujian akhir madrasah bertaraf internasional tahun 2012. Dana yang tidak dicairkan sebesar Rp 140 juta. "Tindakan arogansi lainnya Kepala Kemenag Pamekasan telah memutasi beberapa guru dan staf secara sepihak. Hal itu berakibat kepada kondusivitas lembaga pendidikan dan stabilitas kegiatan belajar mengajar di sekolah," ungkapnya.

Sementara itu, Nurmaluddin tidak ada di ruang kerjanya. Sejumlah karyawan yang ditanya keberadan pria asal Kabupaten Sampang itu mengaku tak tahu. Tidak percaya dengan penjelasan itu, mahasiswa menyisir semua ruangan di kantor Kemenag Pamekasan dengan kawalan langsung Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman.

Namun, tidak ada satu pun pimpinan yang ada di kantor itu. Akhirnya, mahasiswa memilih membubarkan diri.


Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Glori K. Wadrianto