Rabu, 17 September 2014

News / Regional

TIMIKA

Tambang Freeport Runtuh, 30 Orang Terkubur, Satu Selamat

Selasa, 14 Mei 2013 | 15:02 WIB

Terkait

TIMIKA, KOMPAS.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) membenarkan telah terjadi insiden runtuhnya terowongan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di area Big Gossan Mil 74 areal pertambangan PTFI, Selasa (14/5/2013) pagi.

Dalam siaran pers yang disebar lewat surat elektronik dinyatakan, pascainsiden tersebut langsung dilakukan upaya evakuasi oleh Tim Emergency Response Group (ERG) terhadap sejumlah pekerja yang terjebak. Namun, pihak perusahaan belum dapat memastikan jumlah dan kondisi pekerja yang terjebak dalam insiden pagi tadi itu.

PTFI pun mengaku telah melaporkan kejadian itu ke lembaga pemerintahan terkait, termasuk di antaranya Inspektur Pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

PTFI menegaskan akan terus berupaya melakukan upaya penyelamatan terhadap para pekerja yang terjebak. Karter Aritonang, salah seorang pekerja tambang bawah tanah yang sempat dihubungi melalui telepon seluler, mengatakan, hingga kini belum diketahui berapa jumlah pekerja yang terjebak.

"Kami bersama rekan-rekan pekerja kontraktor Jasti, Osato, dan Srikandi (JOS) siang tadi menyempatkan berdoa bersama selama 15 menit untuk keselamatan rekan-rekan mereka yang terjebak. Saya menduga ada pekerja JOS di antara 30-an pekerja yang terjebak," kata Karter.

Sementara itu, berdasarkan sumber Kompas.com yang turut membantu upaya evakuasi di terowongan Quality Manajement Services (QMS) underground, hingga pukul 15.30 WIT, baru satu pekerja atas nama Muhammad Rusli yang dapat dievakuasi dalam kondisi hidup. 


Penulis: Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono
Editor : Glori K. Wadrianto