Selasa, 29 Juli 2014

News / Regional

Terorisme

Khotbah Budi Syarif Terlalu Keras soal Jihad

Sabtu, 11 Mei 2013 | 15:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Ketua DKM Miftahul Shalihin Dasimin (70) di Gang Kelana, Desa Banjaranwetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, mengaku telah menghapus jadwal khotbah Jumat yang disampaikan Budi Syarif alias Angga (33) karena isi khotbahnya dianggap terlalu keras tentang jihad.

"Budi sebelumnya salah satu pengisi khotbah Jumat di DKM kami. Namun, setelah berkoordinasi dengan pak RW, akhirnya jadwalnya dihapus sejak beberapa bulan lalu karena materinya terlalu keras," kata Dasimin di Banjaranwetan, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/5/2013).

Dasimin mengaku mengenal Budi karena yang bersangkutan termasuk warga dan ahli masjid jami itu. Ia mengaku materi khotbahnya cukup keras, terutama terkait jihad. "Bila tetap memberikan ceramah Jumat, dikhawatirkan menimbulkan keresahan di masyarakat pada waktu itu. Sehingga, ia tidak diberi jadwal khotbah lagi," katanya.

Namun, ia mengaku kaget mendengar Budi atau Angga terlibat dan tewas dalam baku tembak dengan tim Densus 88 Antiteror di Cigondewah, Kecamatan Margaasih, Bandung. Sebab, selama ini ia mendengar dari keluarganya bahwa Budi bekerja di Sumatera.

Ia juga tidak ada kontak cukup lama dengan Budi dan tidak tahu pekerjaan apa yang dijalani oleh Budi selama ini. "Kaget saja, benar-benar kaget. Saya tahu persis keluarganya baik-baik, saya tidak menyangka," kata Dasimin yang juga hadir pada saat penggeledahan rumah Suparman, orangtua Budi Syarif, di Gang Kelana, Desa Banjaranwetan, Kabupaten Bandung, Jumat kemarin.

Pria yang berkemeja putih dan berkopiah itu hanya duduk di kursi sambil memperhatikan penggeledahan yang dilakukan di rumah permanen berlantai dua itu.

Budi Syarif merupakan salah satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan tim Densus 88 Antiteror di Cigondewah, Rabu lalu.


Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: