Kamis, 24 Juli 2014

News / Regional

Konsep Para Pasangan Kandidat Pilgub Jateng Dinilai Tidak Jelas

Sabtu, 11 Mei 2013 | 00:33 WIB

Berita terkait

SEMARANG, KOMPAS.com - Konsep dan program ketiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dinilai tidak jelas. Ketiganya disebut tidak mengetahui akar masalah dan tidak memiliki basis data daerah-daerah di Jawa Tengah.

"Padahal konsep itu berpijak pada struktur masalah. Nah kalau masalahnya saja nggak tahu bagaimana konsepnya bisa jelas, dan bagaimana bisa merumuskan kebijakan?" kecam panelis debat kandidat Pilgub Jateng, Ichsanuddin Noorsy, Jumat (10/5/2013) malam.  Menurut dia ketiga pasangan kandidat gagal menyajikan data seperti daerah mana yang termiskin di Jawa Tengah, kondisi riil pengangguran di provinsi ini, maupun potensi daerah per daearh di Jawa Tengah.

Ichsanuddin berpendapat kalau saja para kandidat mengetahui daerah termiskin di Jawa Tengah, maka langkah perbaikan bakal gampang dilakukan. "Apa ada yang tahu kalau daerah termiskin itu Kota Magelang, padahal di situ daerah wisata. Karena apa dan harus bagaimana, harusnya calon pemimpin ini tahu!" tegas dia. Dengan mengetahui akar masalah, imbuh Ichsanuddin, seorang pemimpin baru akan bisa melakukan perbaikan yang diharapkan masyarakat.

Menurut Ichsanuddin, ketiga pasangan bahkan tidak tahu kondisi APBD Jawa Tengah. "Di Jawa Tengah ini terjadi ketimpangan ekonomi yang luar biasa di masyarakat, dan kondisinya semakin parah karena tidak ada perbaikan," papar dia.

Peningkatan pendapatan APBD Jawa Tengah dari sektor jasa, menurut Ichsanuddin memperlihatkan bahwa provinsi ini telah :dimiliki" daerah lain. Padahal Jawa Tengah merupakan produsen terbesar untuk beberapa produk pertanian. "(Tapi) kalau justru yang meningkat jasa, berarti Jawa Tengah sudah milik orang lain," kecam dia.

Dua kandidat yang merupakan petahana dari jajaran birokrasi saat ini, yakni Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Sekda Jawa Tengah Hadi Prabowo, seharusnya tahu betul kondisi riil Jawa Tengah. "Tapi Sekdanya lebih parah, harusnya dia yang menguasai data. Tapi tadi saya tanya soal data tidak tahu. Dan kalau saya jadi pak Bibit, saya malu karena database berantakan berarti pemerintahannya gagal," ujar Ichsanuddin.

Pemilu Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2013. Tiga pasangan calon berlaga menjadi kandidat. Pasangan nomor urut pertama adalah Hadi Prabowo dan Don Murdono. Sedangkan nomor urut dua adalah Bibit Waluyo yang berpasangan dengan Sudijono Sastriatmodjo. Sementara Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko menjadi pasangan kandidat bernomor urut tiga.


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Palupi Annisa Auliani