Rabu, 1 Oktober 2014

News / Regional

Terorisme

Empat Terduga Teroris di Lampung Diduga Penyandang Dana

Jumat, 10 Mei 2013 | 18:04 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Empat terduga teroris yang ditangkap dan seorang lainnya yang melarikan diri ke Lampung berperan sebagai penyandang dana untuk jaringan teroris di Pulau Jawa dan Poso.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung Komisaris Besar Nurochman seusai mengikuti penggerebekan tempat persembunyian terduga teroris di Tanjung Seneng, Bandar Lampung, Jumat (10/5/2013).

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama polisi dari Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung selama 24 jam terakhir melakukan penggerebakan di lima lokasi di Provinsi Lampung untuk menangkap terduga teroris. "Di Lampung ini yang ditangkap adalah pelaku-pelaku yang memberikan support dana atau fai kepada pelaku (jaringan teroris di Jawa dan Poso). Mereka adalah yang (diduga) merampok Bank BRI beberapa waktu lalu," ujar Nurochman.

Empat terduga teroris yang ditangkap ini adalah SH dan ADK, ditangkap di Teluk Betung, Bandar Lampung. Lalu, Y di Karanganyar, Lampung Selatan; kemudian F di Pringsewu.

Polisi masih mengejar Su yang diduga merupakan otak perampokan Bank BRI Pringsewu senilai Rp 466 juta pada 22 April 2013. Ia diketahui sempat lari saat penggerebekan.

Polisi kemudian menelusuri anggota jaringan ini di Tanjung Seneng dan menemukan alat-alat bukti yang digunakan untuk merampok, antara lain pelat nomor kendaraan dan senjata tajam. Itu ditemukan di kontrakan di Jalan Way Kandis, Tanjung Seneng.

Di rumah kontrakan lainnya, masih di daerah Tanjung Seneng, polisi juga menemukan buku-buku ajaran jihad.


Penulis: Yulvianus Harjono
Editor : Marcus Suprihadi