Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Perdagangan

Harga Ponsel di Batam Harus Lebih Murah 30 Persen

Selasa, 7 Mei 2013 | 12:17 WIB

BATAM, KOMPAS.com — Harga telepon seluler di Batam, Kepulauan Riau, harus lebih murah minimal 30 persen dari kota lain di Indonesia. Sebab, sejumlah biaya pengadaan sudah dipangkas.

Sekretaris Dewan Kawasan Perdagangan Bebas Kepulauan Riau John Arizal mengatakan, izin impor ponsel dan gadget sudah dibuat. Mulai 1 Mei 2013, izin dan kuota impor diatur oleh tiga badan pengusahaan (BP) kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas di Kepri.

"Pengurusan di BP Batam, Bintan, dan Karimun," ujarnya, Selasa (7/5/2013) di Batam, Kepulauan Riau.

Tiga BP kawasan itu berhak menerbitan izin impor, importir terdaftar, dan mengatur kuota impor. BP kawasan juga wajib mengawasi praktik impor.

"Selain pemangkasan prosedur izin, juga ada pemangkasan biaya," ujarnya.

Sejumlah pajak dan bea masuk tidak dikenakan lagi pada ponsel dan gadget. "Bea masuk, PPN, pajak barang mewah sudah tidak dikenakan lagi. Paling sedikit sudah menekan 30 persen. Jadi, kalau lebih mahal dari itu, pasti ada yang salah," ujarnya.


Penulis: Kris R Mada
Editor : Marcus Suprihadi