Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Kecelakaan Lalu Lintas

Siswa SMK Terlindas Truk

Kamis, 2 Mei 2013 | 19:59 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Pelajar SMK 2 Bojonegoro, Budi Setyawan (17), warga Desa Wotan Ngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (2/5/2013), tewas akibat terlindas truk tronton di jalur Bojonegoro-Cepu. Lokasi kejadian persis di perbatasan Desa Leran dan Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. Ia mengendarai sepeda motor Honda Megapro bernomor polisi S 3073 CB, berboncengan dengan temannya, Hendro Nugroho (17).     

Sebelum kejadian, motor yang mereka kendarai melaju kencang. Setibanya di lokasi kejadian, Budi bermaksud mendahului truk tronton di depannya. Namun, motornya bertabrakan dengan Yamaha Vega AG 2079 FN dari arah berlawanan yang dikemudikan Kasmidi (45), berboncengan dengan istrinya.

Budi terpental lalu terlindas truk tronton dan terseret lima meter. Ia tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala, sedangkan Hendrokan, Kaswidi, dan istrinya luka berat. Korban dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro.     

Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tuban, Inspektur Stau Donatus Kono, meminta masyarakat lebih berhati-hati berkendara. Jalur Bojonegoro-Cepu bergelombang dan mengalami penyempitan karena dalam masa perbaikan. "Potensi kecelakaan lebih tinggi," tuturnya.  

Anak SD

Di lokasi terpisah di Tuban, pelajar sekolah dasar (SD) dihentikan polisi saat berangkat sekolah dengan mengemudikan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Ia bahkan membonceng pembantunya.

Anak SD itu dihentikan petugas Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Tuban saat melintas di Jalan Teuku Umar, Tuban. Kepala Unit Pengatur Jalan dan Pengawasan Lalu Lintas Satuan Lalu Lintas Polres Tuban, Inspektur Satu Musa Bahtiar, menyatakan, polisi langsung menghentikan pelajar SD itu. Polisi memeriksa surat-surat kendaraan dan memberikan arahan karena ulah bocah itu sangat membahayakan pengguna jalan lain dan dirinya.

"Ia kami beri arahan dan pengantarnya kami beri peringatan. Ini membahayakan karena ia masih anak-anak, jadi harus mendapat bimbingan orang tua. Kami akan panggil orang tuanya agar tidak membiarkan anaknya mengendarai motor sendiri," tutur Musa.


Penulis: Adi Sucipto
Editor : Agus Mulyadi