Rabu, 26 November 2014

News / Regional

HARI BURUH

Buruh Semarang Juga Tuntut UMK di Atas Rp 2 Juta

Rabu, 1 Mei 2013 | 16:48 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Aksi unjuk rasa buruh di Kota Semarang dalam rangka memperingati Hari Buruh, Rabu (1/5/2013), terjadi di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Pahlawan, tepatnya depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Aksi unjuk rasa antara lain dilakukan oleh ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI). Mereka menuntut Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 2.274.000 pada 2014 mendatang.

Koordinator aksi, Muhron, mengatakan, upah buruh selama ini sangat murah dan menyengsarakan. Hal itu menjadi indikasi bahwa pemerintah lebih mementingkan pengusaha dibandingkan buruh. "Di Jawa Tengah ini sangat ironis, semua UMK di bawah Rp 2 juta. Sedangkan di Jawa Barat dan DKI Jakarta semua sudah di atas Rp 2 juta," tandasnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi Permenaker Nomor 13 Tahun 2012 berisi 60 poin yang tetap mencantumkan pasal sewa kamar serta komponen sandang dan pangan.

Menurut Muhron, dalam kenyataan, hal itu tidak mampu menjawab kebutuhan layak buruh sehari-hari. Para buruh juga menuntut penghapusan sistem kerja alih daya yang selama ini masih diterapkan perusahaan.

Muhron menilai, kondisi itu bertentangan dengan Permenaker Nomor 19 Tahun 2012 tentang pembatasan buruh alih daya. "Sistem seperti itu sangat menyengsarakan buruh dan rawan adanya pemutusan kerja tanpa pesangon," tandas Muhron, yang juga Ketua SPMI Semarang.

Selain isu tersebut, kaum buruh juga menentang adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Mereka menilai, kenaikan harga BBM akan semakin memperburuk nasib buruh yang selama ini mendapatkan gaji minim. "Kalau memang itu terjadi, bagaimana nasib kita. Mau makan apa para buruh?" ujar Muhron.

Tercatat, UMK di Kota Semarang saat ini  Rp 1.209.000. Nilai UMK itu, menurut sejumlah pihak, sudah diputuskan berdasarkan rapat dan survei kebutuhan hidup layak buruh di lapangan. "Kami akan terus melakukan konsolidasi agar UMK 2014 sesuai dan benar-benar menyejahterakan buruh," tandas Muhron.

Aksi unjuk rasa sendiri mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. Ratusan personel keamanan tampak melakukan penjagaan dilengkapi dengan satu unit mobil water cannon. Meski begitu, aksi dalam rangka hari buruh berjalan dengan lancar. 


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Glori K. Wadrianto