Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

Kebijakan BBM

BBM Subsidi untuk Nelayan Jangan Naik

Rabu, 1 Mei 2013 | 15:21 WIB

    

 

 

 

 

NUNUKAN, KOMPAS.com- Para nelayan di daerah perbatasan, seperti Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, berharap BBM subsidi tidak naik.

Mereka sangat berharap harga BBM tetap seharga Rp 4.500 per liter.

Hal tersebut dikatakan Masjidil, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pulau Sebatik, Rabu (1/5/2013) . Tolong pertimbangkan juga golongan masyarakat kecil yang keberatan dengan kenaikan harga seperti nelayan.

"Kami minta pemerintah bijak, dan tahu kondisi perbatasan," katanya.

Sekitar 1.300 kapal penangkap ikan yang dijalankan 2.600 nelayan di Pulau Sebatik, selama ini kesulitan mendapat BBM.

Jika tidak bisa mendapat bensin di Agen Penjual Minyak Solar (APMS) di Nunukan atau Kota Tarakan, mereka membeli dari seorang pengusaha yang kulakan BBM dari Malaysia.

Membeli BBM negara lain itu, sebenarnya ya termasuk ilegal, namun mau bagaimana lagi. BBM Malaysia itu harganya Rp 6.500-Rp 7.000 per liter, sama d engan harga di kios eceran.

Tapi sepertinya kualitas BBM Malaysia lebih bagus dari BBM Indonesia. Membeli eceran di kios, kadang harganya pun malah lebih mahal. Jadi, kami mendingan membeli BBM Malaysia, katanya.

Namun nelayan di Sebatik tetap memilih me mbeli di APMS karena harganya lebih murah, Rp 5.000 per liter. Jika membeli Rp 6.500-Rp 7.000 per liter, akan memberatkan secara keuangan. Karena itu harga BBM yang sudah pasti dinaikkan pemerintah, sangat memukul nelayan, juga warga perbatasan.

 

 


Penulis: Lukas Adi Prasetya
Editor : Tjahja Gunawan Diredja