Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Peredaran uang

Transaksi Non Tunai RTGS BI Kediri Rp 206 Triliun

Rabu, 1 Mei 2013 | 14:53 WIB

  

KEDIRI, KOMPAS.com- Transaksi non tunai melalui Real Time Gross Seattlement (RTGS) Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, mencapai Rp 206 triliun per tahun.

Adapun, transaksi melalui kliring mencapai Rp 11,54 triliun per tahun.

Hal itu mengindikasikan bahwa sektor perekonomian di wilayah kerja BI Kediri, meliputi kantor cabang Madiun, Tulungagung dan Blitar, mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup baik.  

"Semakin maju kegiatan sektor industri dan perdagangan, transaksi non tunai melalui sistem RTGS dan sitem kliring tumbuh pesat," kata Deputy Kepala Perwakilan Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern BI Kediri, Suryono, Rabu (1/5/2013), di Kediri.

Dikatakan, tumbuh berkembangnya kegiatan sektor industri pengolahan dan pedagangan di wilayah kerja BI Kediri, tidak lepas dari jasa perbankan yang juga tumbuh signi fikan dalam menggerakan perekonomian.

Realitas itu, setidaknya tersirat dengan keberadaan bank umum di wilayah kerja BI Perwakilan Kediri yang mencapai 77 bank, terdiri dari 26 bank umum di kota/kabupaten Kediri, 25 bank umum di kota/kabupaten Madiun, 11 bank umum di kota/kabupaten Blitar dan 15 bank umum di kabupaten Tulungagung.  

"Tuntutan ke depan penggunaan sistem transaksi maupun pembayaran non tunai akan menjadi kebutuhan, karena itu BI  sudah punya grand desain untuk itu," kata Suryono.

Kepala Perwakilan BI Kediri Matsisno mengatakan, sistem pembayaran yang dilakukan masyarakat dewasa ini telah banyak bergeser dari sistem tunai yang menggunakan fisik uang menjadi non tunai, baik berbasis kertas seperti bilyet giro dan cek, maupun berbasis paperless seperti kartu ATM, kartu debit, kartu kredit maupun store value facility yang kini dikenal dengan e-money.

Kehadiran alat pembayaran non tunai tersebut, bukan semata-mata karena adanya inovasi sektor perbankan.

"Akan tetapi juga didorong oleh kebutuhan masyarakat akan adanya pembayaran yang praktis dan memudahkan transaksi," katanya.                

 

 

 

 

 

 


Penulis: Abdul Lathif
Editor : Tjahja Gunawan Diredja