Selasa, 25 November 2014

News / Regional

Bentrok Musi Rawas: Polisi Tembak Lebih Dulu?

Selasa, 30 April 2013 | 10:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Presidium Pemekaran Muratara tengah mencari tahu apakah kepolisian telah bertindak sesuai prosedur dalam bentrok di Musi Rawas Senin tengah malam. Hal ini guna menilai ada tidaknya faktor kekerasan polisi dalam peristiwa yang menewaskan empat warga itu.

Ketua Presidium Muratara, Ibrahim, mengatakan, laporan dari warga sekitar bentrok menyebutkan pihak kepolisian menembak lebih dulu. "Masyarakat tak ada yang bersenjata saat unjuk rasa," katanya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Selasa (30/4/2013).

Selain itu, tak menutup kemungkinan adanya tokoh penggerak massa dalam unjuk rasa yang berakhir dengan bentrok dan pembakaran markas Polsek Muara Rukit itu.

Sejauh ini, 4 korban tewas tertembak, 1 dalam kondisi kritis, dan 9 warga lain terluka. Di pihak polisi, belasan anggota polisi terluka.

Ibrahim memastikan seluruh korban tewas karena tembakan peluru tajam di bagian kepala dan kaki. Proyektil terlihat dalam visum yang dilakukan di RS Sobirin.

Menurut Ibrahim, unjuk rasa tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Presidium Muratara. Aksi tersebut merupakan kekecewaan warga karena pelepasan Muratara dari Kabupaten Musi Rawas tak disetujui. Diduga aksi menjadi tak terkendali. 


Penulis: Irene Sarwindaningrum
Editor : Robert Adhi Ksp