Sabtu, 25 Oktober 2014

News /

1 Mei Libur Nasional

Selasa, 30 April 2013 | 03:35 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah mengakomodasi aspirasi buruh untuk menetapkan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, sebagai hari libur nasional. Hal itu akan diberlakukan mulai tahun depan. Untuk tahun ini perayaan diharapkan tidak mengganggu investasi.

”Ada kado istimewa dari Presiden Yudhoyono, di mana pemerintah akan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, Senin (29/4), seusai berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta.

Dialog itu juga dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, serta Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Dari buruh diwakili pimpinan enam konfederasi dan federasi serikat pekerja.

Dalam pertemuan tertutup itu, buruh menyampaikan sejumlah isu, antara lain tuntutan agar pemerintah menjalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat pada Januari 2014, bukan pemberlakuan secara bertahap hingga 2019. Buruh juga menginginkan adanya perubahan dalam pembahasan upah minimum yang semula hanya ada 60 jenis yang masuk dalam kebutuhan hidup layak (KHL), menjadi 84 jenis.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Franky Sibarani tidak sependapat dengan seruan atau tuntutan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional maupun libur setempat di daerah-daerah.

”Tingkat produktivitas kita saat ini masih kurang dibandingkan negara-negara lain sehingga saya kira tidak perlu lagi ditambah libur,” kata Franky.

Sementara itu di tempat terpisah, kepolisian mengharapkan pengunjuk rasa dari serikat pekerja yang akan berunjuk rasa pada Hari Buruh, tertib dan tidak melakukan tindakan yang anarkis. Aparat kepolisian siap memberikan pelayanan pengamanan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Dari Surabaya dilaporkan, sekitar 50.000 buruh di Jawa Timur siap berunjuk rasa di Kota Surabaya, Jatim, untuk memperingati Hari Buruh pada 1 Mei besok.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga dijadwalkan akan menemui sekitar 2.000 buruh di pabrik PT Maspion, Sidoarjo, Jatim, pada hari buruh nanti.

Di Bandung, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta serikat pekerja dan organisasi buruh disarankan tidak merayakan Hari Buruh dengan aksi pengerahan masa besar-besaran yang bisa mengganggu keamanan dan iklim investasi.

Seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat menyediakan fasilitas agar mereka bisa melakukan kegiatan produktif, seperti bakti sosial, gerak jalan, atau donor darah.

Menurut Heryawan, iklim investasi di Jabar harus terus dipelihara mengingat Jabar merupakan barometer kondusifitas iklim investasi nasional.(WHY/FER/CAS/DEN/DMU/ABK)


Editor :