Jumat, 25 Juli 2014

News / Regional

TNI Gadungan

Polisi Bekuk TNI Gadungan

Senin, 29 April 2013 | 18:57 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Babat, Lamongan, Jawa Timur, menangkap TNI gadungan. Penangkapan berawal dari razia sepeda motor.

Hingga Senin (29/4/2013) petang, petugas gabungan dari Polisi Militer Angkatan Laut, Garnisun Lamongan, Polsek Babat masih menyelidiki kasus itu. Petugas masih memeriksa Ismail Ali, warga Dusun Jenggot, Desa Selorejo, Kecamatan Boureno, Kabupaten Bojonegoro, yang mengaku berpangkat kapten dan anggota Pomal TNI AL yang berdinas Surabaya.

Pengungkapan kasus itu bermula saat Polsek Babat menggelar razia sepeda motor pada pukul 12.30 WIB. Indra Firtama (44) saat itu ikut terjaring, karena mengendarai Honda Vario merah muda bernomor polisi S 5070 FV tanpa dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Indra mengaku motor itu milik kakaknya, Kapten Ismail Ali, yang berdinas di Pomal Surabaya.

Selanjutnya Indra menghubungi Ali, dan Ali lalu menelepon Kepala Unit Intelijen dan Keamanan Polsek Babat Ajun Inspektur Satu Heri S. Ali mengaku anggota Pomal berpangkat kapten. Pada pukul 13.00 WIB, Ali datang ke Polsek Babat mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun biru S 2007 CF.

Ia mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) berkaos dan berjaket AL.Ia juga menunjukkan senjata Air Soft Gun FN nomor 103457020 KWC Taiwan.

Polsek Babat pun berkoordinasi dengan petugas Garnisun Lamongan, Sersan Mayor Sugondo.

Kepala Polsek Babat Komisaris Indra Sujatmiko menyatakan tersangka dipastikan tentara gadungan. Sebenarnya ia bekerja di kapal di Surabaya. Polisi dan petugas gabungan juga menyelidiki senjata Ali. 


Penulis: Adi Sucipto
Editor : Agus Mulyadi