Jumat, 1 Agustus 2014

News / Regional

Heboh, Pohon 200 Tahun Berdiri Lagi Seusai Tumbang

Senin, 29 April 2013 | 15:31 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Sejak dua hari ini warga Kediri, Jawa Timur, dihebohkan dengan kabar berdirinya kembali sebuah pohon tua yang telah tumbang di areal pemakaman Dusun Joho, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ngasem. Warga dari berbagai daerah di kota berjuluk "Kota Tahu" ini pun berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung pohon yang oleh masyarakat setempat disebut pohon Bulu ini.

Banyaknya pengunjung itu membuat warga sekitar membuka dari mulai lahan parkir hingga kotak amal. Juru kunci makam, Kasmuri, menuturkan, merujuk pada cerita para pendahulunya, usia pohon berdiameter 2 meter itu mencapai 200 tahun dan sebagai penanda dari sebuah makam tua.

Pohon itu tumbang pada 15 April lalu saat terjadi angin ribut. Pascatumbang, menurutnya, banyak kerangka jenazah yang tersangkut akar pohon, dan kemudian kembali dikuburkan. Sementara itu, pohon tersebut kembali berdiri pada Sabtu (27/4/2013) dini hari dan tidak ada satu pun warga yang mengetahuinya.

"Tahu-tahunya sudah berdiri lagi. Padahal, sore harinya saya juga ke sini," kata juru kunci yang akrab disapa Rijan itu saat ditemui Kompas.com, Senin (29/4/2013).

Pantauan Kompas.com, pohon tersebut memang kembali berdiri tegak. Namun, kondisinya sudah tidak utuh lagi. Pohon tersebut tersisa tinggal batang bagian bawahnya saja. Bagian yang lain sudah habis dipotong. Pohon itu dimungkinkan berdiri kembali karena tidak adanya keseimbangan beban, atau bagian akar mempunyai beban lebih berat daripada batang, sehingga membuat batang pohon terangkat.

Hal senada juga disampaikan oleh Bowo, pekerja penebang kayu yang ditemui di lokasi makam. "Kondisi seperti ini memang jarang saya temukan. Tapi kalau melihat bonggol pohonnya lebih besar daripada batang, ya bisa juga terangkat. Jadi sebenarnya hal yang biasa," kata Bowo.

Bowo juga yang memotong pohon itu menjadi bagian-bagian kecil. Ia ditugaskan oleh majikannya yang telah membeli pohon itu untuk keperluan pembuatan peti tempat telur atau perkakas lainnya.


Penulis: Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Farid Assifa