Rabu, 1.500 Buruh DIY Serukan Tuntutan ke Pemerintah - Kompas.com

Rabu, 1.500 Buruh DIY Serukan Tuntutan ke Pemerintah

Aloysius Budi Kurniawan
Kompas.com - 28/04/2013, 21:42 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 1.500 buruh akan turun berunjukrasa dalam peringatan Hari Buruh Sedunia (Mayday), Rabu (1/5/2013). Dalam aksi ini, para buruh kembali menyuarakan tuntutan yang sama dengan tahun lalu. Hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk memperjuangkan nasib buruh.            

Sekretaris Jenderal Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Kirnadi,  Minggu (28/4/2013) di Yogyakarta, mengatakan, pemerintah tidak pernah punya itikad baik untuk menjalankan tuntutan buruh. Pertama, tuntutan penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing sampai sekarang tidak pernah dilaksanakan. Bahkan, praktik-praktik yang sangat merugikan buruh ini cenderung terus dilanggengkan.            

Tuntutan kedua adalah soal penghapusan upah murah. "Kami menuntunt upah layak dengan merevisi peraturan pemerintah di mana penentuan upah yang sebelumnya hanya menggunakan 60 item diubah menjadi 84 item," kata Kirnadi.            

Tuntutan ketiga adalah soal persiapan realisasi jaminan sosial yang hingga saat ini belum ada titik terang. Menurut Kirnadi, sampai saat ini Kementerian Keuangan sama sekali belum menganggarkan nominal anggaran jaminan sosial kepada masyarakat miskin. Padahal, mulai 1 Januari 2014 mendatang jaminan sosial harus diterapkan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2012 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.            

"Selain tiga tuntutan dasar itu, kami juga akan menyerukan penolakan terhadap rancangan undang-undang ormas serta penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM," tambahnya.            

Di tingkat lokal, ABY menuntut agar pemerintah daerah khususnya Dinas Tenaga Kerja benar-benar menjalankan perintah undang-undang serta keputusan gubernur terkait nasib buruh. Sampai dengan bulan April 2013 ABY menerima 20 laporan tentang soal penegakan hukum perburuhan di DI Yogyakarta yang kurang.            

"Dari laporan-laporan tersebut, sekitar 500 buruh terdampak secara langsung di dalamnya. Ini terjadi karena Dinas Tenaga Kerja tidak pernah mengawasi penegakan perundang-undangan serta keputusan gubernur tentang nasib buruh," paparnya.

Aksi unjuk rasa buruh pada Hari Buruh Sedunia, akan dimulai di Taman Parkir Abubakar Ali menuju ke Gedung Agung Yogyakarta. Turut serta juga dalam aksi ini para aktivis dan mahasiswa.

PenulisAloysius Budi Kurniawan
EditorAgus Mulyadi
Komentar
Terkini Lainnya
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional

Close Ads X