Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Pemerintah Daerah

Pemkab Purbalingga Penyelenggara Pemerintah Terbaik di Jawa Tengah

Minggu, 28 April 2013 | 20:05 WIB

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, meraih peringkat nomor lima nasional dalam Evaluasi Kinerja Penyelanggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD). Di tingkat provinsi, Purbalingga bahkan menjadi kabupaten terbaik mengalahkan sejumlah kabupaten dan kota lain.

Wakil Bupati Purbalingga, Sukento Ridho, Minggu (28/4/2013), mengungkapkan, penetapan Purbalingga sebagai peringkat terbaik ke-lima nasional tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 120-2818 tahun 2013. Dalam keputusan tersebut, Provinsi Jateng juga ditetapkan sebagai peringkat 2 nasional kategori provinsi. Jateng di bawah posisi Jatim, sementara peringkat 3 diraih Provinsi Sulawesi Selatan.

Di tingkat provinsi, Purbalingga mengalahkan Kabupaten Semarang yang menduduki peringkat 6, Jepara peringkat 9, Kota Solo peringkat 7 dan Kota Tegal peringkat 9 kategori kota. Penghargaan EKPPD disampaikan oleh Mendagri Gamawan Fauzi, Kamis (25/4/2013), dalam rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XVII.

Bupati Purbalingga, Heru Sudjatmoko, juga mengaku bersyukur dan gembira karena Purbalingga mampu meraih peringkat lima secara nasional. Dalam penilaian oleh tim dari pemerintah pusat Maret 2013 lalu, Purbalingga sudah masuk 16 besar nasional. Heru menilai, penghargaan ini menjadi motivasi dan kesempatan bagi Pemkab untuk terus memacu diri lebih baik lagi.

"Bila ada kelebihannya, tentu dapat disebarluaskan kepada SKPD lainnya. Namun bila ada yang kurang tentu menjadi evaluasi untuk perbaikan lebih lanjut," katanya.

Heru mencontohkan, dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar, Purbalingga mengambil kebijakan melalui berbagai program seperti Padat Karya Pangan, Pengembangan lumbung pangan masyarakat dan kegiatan Program Stimulan Perbaikan Rumah Keluarga Miskin (PSPR Gakin).

Berbagai inovasi telah dilakukan dalam program pembangunan manusia diantaranya di bidang kesehatan melalui penerapan JPKM/Jamkesda/Jamkesmas, revitalisasi posyandu dan peningkatan kualitas dan kapasitas layanan kesehatan seperti penerapan rawat inap di puskesmas dan peningkatan layanan kelas tiga RSUD.

"Pada bidang pendidikan, dilakukan dengan merintis pembangunan SMK Negeri 3 atau lebih dikenal dengan sebutan SMK Du'afa bagi anak keluarga miskin. Selain itu, Purbalingga juga melaksanakan program 1 kecamatan 1 SMK," kata Heru.

Di sektor investasi, pada 2012, senilai Rp 1,4 triliun terdiri dari investasi 18 PMA senilai Rp 210 milyar dan 15.224 PMDN senilai Rp 1,2 triliun. Kabupaten ini sangat terkenal dengan industri bulu mata palsu dan knalpot. (

 


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Agus Mulyadi