Jumat, 1 Agustus 2014

News / Regional

Peredaran Narkoba

2 Gadis Terlibat Jaringan Pengedar Besar Narkoba

Minggu, 28 April 2013 | 20:03 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik menangkap dua gadis remaja, dan menggerebek rumah di Perumahan Gresik, Sabtu (27/4/2013).

Kepala Seksi Pemberantasan BNK Gresik, Inspektur Satu Kusyairi, Minggu (28/4/2013), menyatakan, diduga jaringan narkoba sindikat Iwan sangat luas. "Dalam penggerebekan tersebut, kami sebatas membantu tim BNP Jatim. Proses pengembangan masih terus dilakukan," katanya.

Dua gadis yang ditangkap berinitial NAS (21) dan DP (16), karena terlibat peredaran narkoba skala besar. Keduanya ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pascapenangkapan Iwan Setiawan, pengedar narkoba yang tertangkap petugas Bea Cukai Bandara Juanda, Kamis (25/4/2013) lalu.

Dalam penggerebekan ini petugas gabungan berhasil menyita barang bukti berupa 200 gram sabu, 25 butir pil ekstasi, uang tunai Rp 200 juta, dan alat isap.

Penggerebekan itu berawal dari keterangan Iwan. Versi Iwan, NAS berperan sebagai kurir sabu  sindikatnya. Awalnya dua petugas gabungan mengintai rumah NAS pada Sabtu (27/4/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. NAS selama ini mengaku lulusan program diploma salah satu perguruan tinggi negeri.

Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas gabungan meluncur ke lokasi dengan membawa serta Iwan. NAS ditangkap saat hendak keluar rumah. Saat menyisir rumah NAS, petugas menemukan uang tunai hasil transaksi Rp 200 juta, 30 unit bong (alat hisap sabu) modifikasi siap pakai, 25 butir pil ekstasi, dan 200 gram sabu. NAS diperkirakan tidak sekedar kurir.

Petugas terus mengembangkan penyidikan. Peran NAS dinilai cukup vital. Rumahnya dijadikan tempat penyimpanan narkoba oleh Iwan. Narkoba diperoleh Iwan dari Jakarta langsung dikirim ke Gresik, sebelum kemudian diedarkan.

Sementara DP, pembantu rumah tangga ditangkap karena ikut membantu penyimpanan narkoba yang dibawa NAS. NAS dan DP dibawa ke BNP Jatim sekitar pukul 17.30 WIB.

 

Tm BNP Jatim sudah mendata beberapa nama lain yang masuk dalam jaringan Iwan. Diduga, jaringan ini tersebar di beberapa kota di Jatim.

Usai penangkapan, BNK Gresik menerjunkan personel untuk berjaga-jaga di kediaman NAS untuk menunggui ayah tersangka. Kondisi ayahnya stroke berat dan mengkhawatirkan. Tubuhnya tidak bisa digerakkan kecuali tangan sebelah kanan.

"Makanya kami jaga-jaga," kata Kepala Seksi Pemberantasan BNK Gresik, Kusyairi.

Ibu NAS baru tiba di rumah pukul 23.00 WIB, setelah meluncur dari Madiun. Pekerja BUMN itu masih terpukul. Tetapi pada Minggu (28/4/2013) ada seorang mengaku aparat Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Gresik. Orang itu menjanjikan membantu NAS.

"Kami minta permintaan penelpon itu jangan dituruti karena banyak laporan serupa berujung penipuan, Apalagi, sesuai Undang-undang narkoba, para tersangka berada dalam pengawasan kami selama 3 x 24 jam," kata Kusyairi.


Penulis: Adi Sucipto
Editor : Agus Mulyadi