Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

Pelatihan

7 Pesantren Dilatih Kelola Situs Berita

Jumat, 26 April 2013 | 15:59 WIB

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Forum Pemberdayaan Pesantren Provinsi Kepulauan Riau, melatih tujuh pondok pesantren di Tanjungpinang dan Tanjungpinang untuk mengelola situs berita (website).

"Masing-masing pondok pesantren sudah memiliki website. Mereka diharapkan mampu mengelolanya, setelah mengikuti pelatihan sistem informasi pondok pesantren," kata Ketua Forum Pemberdayaan Pesantren Kepulauan Riau, Rizaldy Siregar, di Tanjungpinang, Jumat (26/4/2013).  

Pondok pesantren yang mengirim perwakilan untuk mengikuti pelatihan itu adalah Hidayahtullah Tanjungpinang, Hidayahtullah Bintan, Al-Kausar, Daurul Quran, Raudatul Quran, Mitfathul Ulum, dan Pesantren Al-Madani Ceruk Ijuk.

Narasumber dalam kegiatan itu adalah Suprapto, teknisi yang membuat situs pesantrenkepri.com, dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen Batam, Niko.

"Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sebaiknya terbuka dan membuka diri. Kami memberikan fasilitas website atau situs pondok pesantren untuk mempublikasikan berbagai kegiatan mereka," kata Rizaldy.

Niko menambahkan, pengelola pesantren dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di pesantren.com untuk mempublikasikan atau menyosialisasikan berbagai kebijakan. Selain itu, situs itu juga dapat dijadikan sarana untuk mendidik masyarakat dan mempublikasikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di pesantren.

"Selain sebagai sarana dakwa, situs itu juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi terkait kegiatan di pesantren," ujar Niko.

Untuk mengelola situs pesantren menjadi portal berita, pihak pengelola pesantren harus memiliki awak redaksi. Pihak pesantren dapat mendidik santrinya menjadi wartawan, yang bertugas meliput dan meramu informasi yang didapt menjadi berita yang layak dibaca.

Santri yang menjadi wartawan di pesantren juga harus memahami unsur-unsur yang harus terpenuhi dalam berita. Berita yang disajikan harus akurat, obyektif dan berimbang.

Selain itu, para santri juga sebaiknya memahami etika jurnalistik dan etika dalam melakukan wawancara.

"Masyarakat hari ini sangat membutuhkan berita-berita yang menyejukan dan mendidik. Pesantren memiliki kapasitas itu menyebarluaskan berita seperti itu," ungkapnya.

Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Abduh, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan sistem informasi pondok pesantren yang dibuat oleh forum pemberdayaan pesantren.

"Dengan sistem ini maka informasi mengenai pesantren akan terpublikasi secara luas ke semua pihak. Hal ini tentunya sangat menguntungkan kami sebagai pengelola pesantren, " ujarnya.




Sumber: Antara

 


Editor : Agus Mulyadi