Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Dituding Selingkuh, Bupati Tojo Una Una Dituntut Mundur

Kamis, 25 April 2013 | 16:12 WIB

PALU, KOMPAS.com — Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Penyelamat Rakyat Tojo Una Una (APSR Touna) berunjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (25/4/2013). Mereka mendesak agar Bupati Tojo Una Una Damsik Lajalani diberhentikan dari jabatannya karena diduga berselingkuh.

Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi, Mohamad Rusli, menuding orang nomor satu di Kabupaten Tojo Una Una tersebut berselingkuh dengan seorang perempuan berinisial NL. Perempuan ini diketahui telah bersuami. Oleh karena itu, Rusli mendesak agar Bupati Damsik dicopot dari jabatannya.

"Ini jelas-jelas bukan figur pemimpin yang baik. Makanya, kami meminta kepada DPRD Provinsi agar mendesak DPRD Tojo Una Una untuk secepatnya melakukan tindakan terkait pelecehan seksual yang dilakukan Damsik," kata Rusli.

Menurutnya, dugaan skandal cinta terlarang yang dilakukan sang bupati bukanlah perbuatan terpuji. Hal ini menurutnya melanggar sumpah jabatan.

Para pengunjuk rasa ini kemudian diterima oleh dua perwakilan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Nawawi S Kilat dan DR Ramli Ishak. Kedua wakil rakyat itu berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat. Para pengunjuk rasa pun kemudian membubarkan diri dengan tertib.


Penulis: Kontributor Palu, Erna Dwi Lidiawati
Editor : Farid Assifa