Mengapa Susno Duadji Gagal Dieksekusi? - Kompas.com

Mengapa Susno Duadji Gagal Dieksekusi?

Kompas.com - 25/04/2013, 08:12 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Proses eksekusi mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, yang berlangsung alot sejak Rabu (24/4/2013) dipastikan gagal. Meski demikian, pihak kejaksaan masih ngotot untuk mengeksekusi mantan Kepala Polda Jabar itu. Kejaksaan terus melakukan perdebatan dengan pihak Polda Jabar di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, hingga semalam.

Pihak kejaksaan pun masih terus berjaga-jaga di Mapolda Jabar. Kepala Seksi Intel Kejati DKI Jakarta Firdaus D Wilmar semalam menegaskan, sesuai dengan permintaan pihak Ketua Majelis Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra kepada Kepala Polda Jabar untuk memberi perlindungan hukum, eksekusi Susno tidak dilakukan. "Jadi, Susno tidak bisa dieksekusi hari ini karena sudah berada di bawah perlindungan Polda Jabar," kata Firdaus di Mapolda Jabar, kemarin.

Sementara itu, sebelum meninggalkan Mapolda Jabar, seusai mendampingi Susno dalam memberi bantuan hukum, Yusril menegaskan, Polda Jabar telah sepenuhnya bersedia memberikan perlindungan kepada purnawirawan polisi itu. "Saya dengar bahwa Susno telah diberikan perlindungan di Mapolda Jabar sesuai dengan perintah dari Mabes Polri," ujar Yusril.

Mantan Menteri Hukum dan HAM itu pun mengaku merasa lega dan memastikan kalau tidak akan ada eksekusi. "Sekali lagi saya tegaskan, tidak akan ada eksekusi kalau di sini," ungkapnya.

Lebih lanjut Yusril menilai, Mahkamah Konstitusi (MK) telah jelas mengeluarkan pernyataan bahwa Susno tidak bisa dieksekusi. Ia pun berharap pihak kejaksaan dapat mematuhi keputusan tersebut agar tidak terjadi tarik-menarik. "Saya juga dengar statement dari Ketua MK yang mengatakan jika Susno tidak dapat dieksekusi karena memang putusannya telah batal demi hukum. Taatilah keputusan tersebut," tegas Yusril.

Susno gagal dieksekusi
Diberitakan sebelumnya, tim jaksa eksekutor mendatangi kediaman Susno di Jalan Dago Pakar Nomor 6, Kelurahan Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/4/2013) sekitar pukul 10.20 WIB. Susno dan jaksa sempat bersitegang karena Susno menolak dieksekusi.

Kuasa hukum Susno, Fredrich Yunadi, dan Yusril Ihza Mahendra pun mendatangi kediaman Susno. Massa dari organisasi masyarakat juga memenuhi kediaman mantan Kapolda Jabar itu.

Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, Susno akhirnya dibawa ke Mapolda Jabar pada sore di hari yang sama. Perdebatan antara jaksa dan Susno pun berlanjut di Mapolda Jabar. Akhirnya, tim jaksa memutuskan menarik semua petugasnya pada Rabu dini hari.

Mahkamah Agung menolak pengajuan kasasi Susno. Meski tidak tercantum vonis hukuman yang harus dijalani dalam amar kasasi tersebut, penolakan atas permohonan kasasi berarti mengembalikan vonis yang harus dijalani Susno berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Susno divonis hukuman penjara tiga tahun dan enam bulan. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Susno sudah tiga kali tak memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Susno menyatakan, dirinya tidak dapat dieksekusi dengan berbagai alasan. Alasan pertama dari penolakan eksekusi itu adalah ketiadaan pencantuman perintah penahanan dalam putusan kasasi MA. Susno berkilah, MA hanya menyatakan menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara Rp 2.500.

Alasan kedua adalah penilaian bahwa putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta cacat hukum. Penilaian itu merujuk pada kesalahan penulisan nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam amar putusan banding.

Dengan kedua argumen itu, Susno menganggap kasusnya telah selesai. Dia pun bersikukuh menolak eksekusi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

    Megapolitan
    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

    Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

    Regional
    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

    Regional
    'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

    "Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

    Nasional
    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

    Internasional
    Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

    Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

    Regional
    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

    Regional
    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

    Internasional
    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

    Regional
    Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

    Megapolitan
    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

    Regional
    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

    Regional
    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

    Regional
    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

    Regional

    Close Ads X