Selasa, 23 Desember 2014

News / Regional

Pembatasan Solar Picu Antrean di SPBU

Rabu, 24 April 2013 | 12:50 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com - Pembatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memicu antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar di berbagai stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di kota tersebut.

Kondisi ini membuat para sopir angkutan umum dan truk kesal. Pasalnya mereka tidak bisa mendapatkan BBM sesuai harapan. Pihak SPBU membatasi pembelian solar untuk setiap kendaraan agar semua kendaraan yang mengantre kebagian solar. Kendaraan hanya boleh mengisi antara 20 hingga 40 liter.

Beberapa sopir mengaku untuk mendapatkan solar mereka harus bermalam di SPBU. Seperti yang dialami Candara, seorang pengemudi mobil boks, yang ditemui di SPBU Sabilambo, Kolaka, Rabu (24/4/2013).

Candara mengaku harus menempun jarak sekitar 200 kilometer untuk perjalanan pergi-pulang untuk mengirim barang. "Saya di sini sejak pagi tadi, kalau kemarin saya bermalam karena terlambat antre. Di sini kalo terlambat antre pasti tidak dapat solar," kata Candara.

Menurut dia, seperti sopir-sopir lainnya, dia merasa dirugikan dengan pembatasan pembelian solar itu. "Tapi mau gimana lagi, Pak. Mending dapat 40 liter daripada tidak sama sekali," tuturnya.

Ditemui terpisah, Hasanuddin, pengelola SPBU Sabilambo, mengatakan, pihaknya hanya menerima pasokan 5.000 liter solar per hari.

"Kami di sini dalam satu hari itu hanya dapat jatah 5.000 liter dari depot. Sementara antrean itu luar biasa panjangnya, maka dalam waktu 2 jam pasti habis. Pembatasan kita lakukan juga, setiap mobil truk hanya bisa dapat 40 liter. Tapi itu kita sudah beri pemahaman sama sopir kalau suplai solar itu kurang," ucapnya.

Dia menambahkan para sopir dapat menerima hal tersebut. Namun pihak pengelola SPBU dan sopir berharap adanya penambahan dari pihak depot Pertamina Kolaka.

"Kita dan sopir berharap ada penambahan yang terjadi agar bisa mengatasi antrean yang terjadi. Minimal tambahannya itu sekitar 5.000 liter lagi pak," tegasnya.

Di Kolaka, terdapat tiga SPBU di dalam kota dan tiga SPBU di luar kota tesebut. Semuanya mengalami pembatasan jatah solar dari Pertamina. Karena itu semua SPBU menerapkan pembatasan yang sama. Pengisian maksimalhanya 40 liter atau setara dengan Rp 200.000.


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Kistyarini