Rabu, 16 April 2014

News / Regional

SMPN 1 Muntok Susun Materi Penanggulangan Narkoba

Rabu, 24 April 2013 | 11:35 WIB

Baca juga

MUNTOK, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Pertama Negeri I Muntok, Provinsi Bangka Belitung, sedang menyusun kurikulum yang bisa diterapkan untuk materi mata pelajaran penanggulangan penyalahgunaan narkoba di sekolah itu.

"Penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar cukup memprihatinkan di daerah ini, namun belum menjadi perhatian pihak terkait untuk bersama-sama menangkal pelanggaran hukum tersebut," kata Kepala SMPN I Muntok, Saudi, Rabu (24/4/2013).

Ia menjelaskan, materi penanggulangan penyalahgunaan narkoba itu nantinya akan disampaikan melalui melalui mata pelajaran bimbingan dan konseling (BK), sehingga bisa diberikan materi pelajarannya setiap seminggu sekali dan berkelanjutan.

"Pada awalnya akan kami siapkan materi tentang penanggulangan bahaya korupsi. Namun, karena berbagai pertimbangan akhirnya kami pilih materi penanggulangan narkoba yang dinilai lebih dibutuhkan saat ini," katanya.

Selain materi penanggulangan narkoba, ungkap Saudi, dalam mata pelajaran BK juga akan mengakomodasi permasalahan pendidikan reproduksi, keluarga berencana, dan penanggulangan penularan HIV/AIDS.

"Kami sudah menyiapkan tim untuk menyusun mata pelajaran itu, dan akan kami ajukan ke Dinas Dikpora setempat agar disetujui untuk dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014 di setiap jenjang kelas," katanya.

Saudi mengatakan, masalah kenakalan remaja dan cara penanggulangannya yang selama ini menjadi pokok pembahasan dalam mata pelajaran BK, dinilai kurang efektif dan penjabarannya terlalu luas.

"Kami merasa perlu membahas permasalahan kenakalan remaja lebih mendalam. Kalau perlu kami akan datangkan para petugas yang berkompeten dalam bidang masing-masing, untuk menyampaikan materinya secara berkala untuk mendampingi guru BK di sekolah kami," ujarnya.

Saudi menambahkan, meskipun dalam penyusunan materi mata pelajaran itu sudah melibatkan orang-orang yang berkompeten di bidang masing-masing, tetapi perlu sekali waktu mendatangkan langsung nara sumber yang memang benar-benar ahlinya.

"Biasanya dari pihak kepolisian melalui petugas dari Polres Bangka Barat dan Badan Narkotika Kabupaten kami undang dalam sosialisasi dan seminar di sekolah. Ini akan kami jalin lebih erat untuk mengintensifkan pembelajaran," kata dia.

Ia mencontohkan, pada tahun ajaran sebelumnya, memang materi tersebut diampu oleh guru BK dengan materi yang harus dicari sendiri dari berbagai sumber. Namun dengan adanya materi khusus yang sedang disusun itu, diharapkan lebih efektif dalam penyampaian yang disesuaikan jenjang masing-masing.

"Kami berharap apa yang sedang kami susun ini bisa disetujui Disdikpora setempat, dan bisa segera diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014 yang akan datang," katanya.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bangka Barat, Rozali, mengakui selama ini belum ada mata pelajaran khusus untuk tiga permasalahan ketimpangan perilaku menyimpang, yang sering dialami remaja dan pelajar di daerah itu.

"Sebenarnya ini perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, mengingat pentingnya penanggulangan masalah itu. Ini tergantung pihak penglola sekolah, seperti apa mengelolanya karena mereka yang mengetahui langsung kondisi di lapangan," ucap Rozali.

Menurut dia, pihaknya akan mendukung penuh berbagai upaya pihak sekolah yang mengambil inisiatif untuk meningkatkan pemahaman narkoba, HIV/AIDS, dan keluarga berencana, agar pelajar di daerah itu terhindar dari penyimpangan perilaku.



Sumber: Antara

 


Editor : Agus Mulyadi