Kamis, 17 April 2014

News / Regional

Serunya Balapan Sapi Pantai di Gorontalo...

Selasa, 23 April 2013 | 10:53 WIB

Baca juga

GORONTALO UTARA, KOMPAS.com - Mungkin belum banyak yang tahu jika di Kabupaten Gorontalo Utara ada sebuah event tahunan yang memperlombakan sapi-sapi dalam adu kecepatan. Ini mirip dengan Karapan Sapi di Madura, tetapi sedikit berbeda dalam hal jumlah peserta di lintasan dan tempat Jokinya.

"Kalau di Madura setiap kali balapan hanya ada dua peserta di lintasan dan jokinya tidak menggunakan kereta," ujar Ebbie Adrian seorang Travel Photographer yang ditemui di sela-sela pelaksanaan Balapan Sapi Pantai, Minggu (22/4/2013) lalu.

Balapan Sapi Pantai yang dilaksanakan setiap tahun di Pantai Minanga, Kecamatan Gentuma, Kabupaten Gorontalo Utara, Joki yang memacu sepasang sapi berdiri di kereta kecil yang ditarik oleh kedua sapi pacu tersebut. Dan, dalam setiap lintasan ada tiga pasang sapi yang diperlombakan.

Setiap pasang harus mengalahkan pasangan lainnya dalam mencapai finish. Peserta yang mencapai garis finish terlebih dahulu, berhak melaju ke babak selanjutnya untuk merebut juara.

Ada berbagai nomor yang diperlombakan, mulai dari jarak 100 meter, 200 meter dan 250 meter. Disebut Balapan Sapi Pantai karena tempat diadakannya perlombaan ini berada di sebuah pantai yang indah. "Balapan sapi ini hanya dilaksanakan sekali setiap tahun saja, dalam rangka peringatan Hari Ulanga Tahun Kabupaten Gorontalo Utara," ujar Julius salah satu peserta.

Menariknya, walau dilaksanakan di Gorontalo Utara, peserta juga berdatangan dari daerah Minahasa, Tondano serta beberapa daerah lainnya di Sulawesi Utara. "Kami datang kesini karean diundang. Dan berharap bisa bawa pulang hadiah yang biasanya berupa ternak sapi unggulan," tambah Julius.

Balapan Sapi memang bukan tradisi warga Gorontalo. Balapan sapi mulai marak ketika Gorontalo Utara menjadikan swasembada daging sebagai program unggulan. Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara lalu memberikan intesif kepada para peternak, sehingga target swasembada daging tersebut bisa dicapai pada tahun ini.

Kehadiran sapi-sapi unggulan tersebut membuat beberapa pihak lalu menggarap balapan sapi dalam memotivasi peternak untuk memproduksi ternak sapi unggulan. Selain di Gorontalo Utara, balapan sapi juga sering dilombakan di Desa Reksonegoro, Tibawa serta di Pulubala, Limboto. Balapan sapi di kedua daeah tersebut merupakan tradisi yang dibawa oleh etnis Jawa Tondano yang bermukim di sana. 


Penulis: Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Glori K. Wadrianto