Sabtu, 20 Desember 2014

News / Regional

Ujian Nasional

Siswa Diimbau Lihat Sisi Positif Pengunduran UN

Senin, 22 April 2013 | 19:51 WIB

Terkait

BALIKPAPAN, KOMPAS.com— Tidak serentaknya pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/MA dan SMK se-Indonesia disayangkan sejumlah sekolah di Kalimantan Timur. Siswa di provinsi yang mengalami penundaan jadwal bisa turun semangatnya dan berakibat nilai UN jeblok.

Di sisi lain, penundaan bisa juga menguntungkan karena persiapan siswa lebih panjang. "Saya tidak bisa memperkirakan apakah mundurnya jadwal UN akan berpengaruh pada jebloknya nilai. Kita lihat saja saat nilai UN diumumkan saja. Mundurnya UN, dampaknya seperti pedang bermata dua. Semangat siswa bisa turun sehingga nilainya akan jelek. Atau, malah lebih bagus karena persiapan siswa lebih panjang. Tapi jika disuruh memilih, lebih baik UN tepat jadwal," ujar Rubitho, Kepala SMAN 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Menjawab pers, ia tak mau melihat sisi positif atau negatif mundurnya UN. Sebab yang terpenting adalah bagaimana terus memotivasi siswa agar siap dan bersemangat menghadapi UN kapan saja.

Rubitho tak henti memompakan semangat dan optimistis, bahkan sampai via SMS. Pesan singkat yang dikirim ke semua siswa kelas XII itu berisi imbauan agar siswa menggunakan waktu yang ada untuk belajar, dan tetap tenang. Siswa jangan terpengaruh pihak mana pun, baik dari pemberitaan media maupun pihak lain.

Mundurnya jadwal UN di Kaltim, menurut dia, adalah hal terbaik yang sudah ditetapkan Tuhan. Orang yang sabar dan ikhlas akan menerima anugerah besar.

"Biarlah urusan teknis persiapan UN diselesaikan pemerintah pusat dan pihak terkait. Permintaan saya dan semua guru tentunya, mundurnya jadwal UN cukup terjadi sekali. Kasian anak-anak, coba bayangkan perasaan mereka. Kalau seperti ini terjadi lagi, ya kebangetan," kata Rubitho.

Secara terpisah Kepala SMAN 5 Balikpapan, Ali Arham, mengatakan, keputusan pemerintah menunda UN di Kaltim, sempat membuatnya cemas. Namun bagaimana pun, siswa harus disiapkan menjalani UN kapan saja. Untuk itu, guru harus membentengi dan memotivasi siswa.

"Saya sampaikan ke para siswa. Sudahlah, tidak perlu membahas penundaan UN atau hal-hal teknis lain yang bukan urusan siswa. Biarlah itu diurusi pemerintah pusat. Siswa tidak usah melihat TV atau media untuk mengikuti isunya. Lebih baik fokus pada UN," kata Ali.

SMAN 5 Balikpapan termasuk yang tidak menerima satu pun soal UN sehingga harus menggandakan.


Penulis: Lukas Adi Prasetya
Editor : Marcus Suprihadi