Rabu, 1 Oktober 2014

News / Regional

Ancaman Gas Beracun

Sebagian Warga Pulang dan Berjaga di Permukiman

Sabtu, 20 April 2013 | 13:58 WIB

WONOSOBO, KOMPAS.com - Sebagian warga dari beberapa desa di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang mengungsi ke Balai Desa Dieng Wetan, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (20/4/2013), meninggalkan pengungsian. Mereka, kebanyakan para laki-laki yang hendak mengecek kondisi rumah mereka yang ditinggal.

Pantauan Kompas, para pengungsi yang bertahan sebagian kaum perempuan dan anak-anak. Mereka mengungsi di Balai Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Selain di balai desa, di lokasi tersebut juga didirikan tenda besar untuk pengungsi. Mereka juga telah mendapat jatah makan pagi dari para sukarelawan.

"Saya pulang sebentar untuk mengecek kondisi rumah. Takutnya juga ada maling," ujar Wagiyono (56), warga Desa Kepakisan, Kecamatan Batur.

Selain itu, sebagian laki-laki bahkan ada yang tidur-tiduran di depan rumahnya sambil menjaga rumahnya. Para kaum pria kemudian berkumpul di depan gang-gang untuk menjaga perkampungannya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan, gempa bumi terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng sejak pukul 18.58 WIB. Sejak pukul 19.00-20.03 WIB, terekam 160 kali gempa dan terasa hampir diseluruh wilayah Dataran Tinggi Dieng dengan Skala MMI III-V.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Ahmad Lani, menyatakan gempa yang mengguncang Dataran Tinggi Dieng berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR). Pusat gempa berada di 7,29 lintang selatan dan 109,88 bujur timur atau 11 kilometer barat laut Wonosobo dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa ini termasuk gempa tektonik dan diperkirakan pusatnya berada di Desa Tanji Gugur, Kecamatan Bawang. Getaran gempa terasa di Banjarnagera, Wonosobo, Batang dengan durasi 5-30 detik per gempa.


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Agus Mulyadi