Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Tolak RUU Ormas

Demo Mahasiswa "Merahkan" Gedung Sate

Jumat, 19 April 2013 | 11:59 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Halaman depan gerbang Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung tiba-tiba diramaikan oleh puluhan orang dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mengenakan segala atribut berwarna merah, Jumat (19/4/2013).

Dengan bendera dan juga jas almamater merah, mereka melakukan orasi untuk menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Undang Undang Ormas yang saat ini tengah di godok oleh DPR RI.

"Spirit pembuatan RUU Ormas bukan dilatarbelakangi oleh semangat demokrasi, dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural. RUU ini justru merupakan bentuk kekhawatiran dan pobialisme terhadap ormas yang eksistensinya sudah jauh dari negara," kata koordinator lapangan IIM Nunu Setia Nugraha saat ditemui di sela aksi.

Selain itu, penolakan IMM terhadap RUU Ormas karena memandang ada unsur politisasi oleh partai politik penguasa dalam upaya pembentukan RUU tersebut. "Ini bisa dijadikan produk politik yang kapan saja bisa digunakan untuk melumpuhkan ormas yang dianggap menyimpang," ujar Nunu Setia lagi.

Nunu menilai, pada Pasal 2, RUU tersebut cenderung secara implisit mengarah kepada lahirnya rezim orde baru karena redaksional dalam pasal tersebut dianggap mengekang dan mengintervensi kebebasan berserikat. "RUU ini juga memaksa ormas berasas Pancasila, tapi selama ini negara sistematik cenderung membiarkan paham sekulerisme berkembang," tutur Nunu Setia.

Di tempat yang sama, Ketua DPD IMM Jawa Barat Rijal Nur Rahman menyatakan sikapnya menolak dan mendesak DPR RI untuk menghentikan segala proses pembuatan RUU Ormas. Ia menilai, produk hukum yang dilahirkan melalui RUU ini mencerminkan kekuatan politik pemegang kekuasaan.

"Ini sudah bertentangan dengan UUD 45 dan deklarasi universal hak asasi manusia oleh PBB yang akan melahirkan instabilitas politik," tegas Rijal.


Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Glori K. Wadrianto