Sabtu, 30 Agustus 2014

News /

SEGARA ANAKAN

Kerusakan Mangrove Meluas

Jumat, 19 April 2013 | 03:34 WIB

CILACAP, KOMPAS - Kerusakan hutan mangrove di kawasan Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin meluas. Jika pada 2011, dari 8.495 hektar mangrove yang tersisa, sekitar 4.000 hektar rusak, kini areal kerusakannya meluas menjadi 6.000 hektar. Kondisi itu memperparah kehancuran ekosistem kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan Cilacap Mochammad Harnanto, Kamis (18/4), mengatakan, luasan hutan mangrove yang 25 tahun lalu mencapai 15.000 hektar kini hanya tersisa 8.495 hektar.

Parahnya lagi, dari tahun ke tahun, areal mangrove yang masih dalam kondisi baik terus menyusut. ”Habitat mangrove semakin terdesak. Banyak yang kondisinya rusak. Salah satu indikatornya adalah ketika di areal mangrove tersebut sudah banyak pohon nipah,” ujarnya.

Penelusuran Kompas bersama tim dari Kementerian Lingkungan Hidup, sebagian besar hutan mangrove di kawasan Segara Anakan mulai disesaki pohon nipah. Dominasi pohon nipah sudah tampak sejak beberapa kilometer dari Dermaga Sleko, pelabuhan rakyat di Cilacap untuk menyeberang ke Kecamatan Kampung Laut, yang merupakan perkampungan terdekat dari Segara Anakan.

Menurut Harnanto, kerusakan hutan mangrove dipicu perubahan lingkungan dari payau menjadi daratan. Selain penebangan liar mangrove, hal ini juga tak terlepas dari sedimentasi lumpur yang terus terjadi di laguna.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Cilacap Adjar Mugiono mengatakan, hutan mangrove di sekitar Pulau Nusakambangan merupakan ekosistem mangrove terkaya di Pulau Jawa dengan 30 spesies. Hancurnya hutan mangrove di sekitar laguna telah memperparah degradasi lingkungan. Selain menyebabkan resapan air berkurang, berbagai biota laut juga tak bisa berkembang karena kehilangan habitatnya. (GRE)


Editor :