Rabu, 26 November 2014

News / Regional

Disdik Semarang: Tak Ada Jual Beli Jawaban UN

Kamis, 18 April 2013 | 22:57 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, menjamin tidak ada kebocoran kunci jawaban soal ujian nasional. Pernyataan itu ditujukan untuk menepis adanya kabar jual beli kunci jawaban UN di SMK Tunas Harapan, Semarang.

"Begitu ada laporan kami langsung turun ke SMK Tunas Harapan. Sejak pukul 07.00 pagi tadi, kami sudah melakukan pengecekan di sekolah tersebut. Ternyata kabar tersebut tidak benar. Pihak sekolah malah bingung adanya tuduhan tersebut. Sebenarnya kami mendengar kabar tersebut justru dari kepala SMK Tunas Harapan yang melapor pada kami," jelas Dewi.

Dewi berani memastikan, soal dan kunci jawaban itu tidak bocor. Sebab, terdapat 20 paket soal untuk setiap kelas sehingga tiap-tiap siswa akan berbeda soal dan jawabannya.

"Sepertinya isu ini sengaja diembuskan untuk mematahkan semangat belajar para siswa," ungkap Dewi.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Zainal Abidin, mengendus adanya jual beli kunci jawaban ujian nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA di Kabupaten Semarang. Tak tanggung-tanggung, pelaku memberikan garansi uang kembali lima kali lipat jika kunci jawaban UN tidak benar. Kunci jawaban UN itu konon dibanderol seharga Rp 50.000.


Penulis: Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Editor : Farid Assifa